Laporkan Masalah

KLAUSUL BAKU PADA TIKET BADAN USAHA ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL (Studi Kasus PT. Lion Mentari Airlines)

NOVIAN LISTIYOKO, Dr. Sulistiowati, S.H, M.Hum

2014 | Tesis | S2 Magister Hukum

Di dalam tiket badan usaha angkutan udara niaga berjadwal terdapat klausul baku atau ketentuan-ketentuan yang dibuat secara sepihak oleh maskapai penerbangan, sehingga penumpang hanya mempunyai pilihan antara setuju atau tidak setuju dengan isi dari perjanjian tersebut. Hal ini dapat merugikan penumpang apabila dalam tiket tersebut terdapat ketentuan-ketentuan yang memberatkan pihak penumpang yang berupa pencantuman syarat-syarat yang membatasi atau bahkan meniadakan tanggung jawab secara sepihak. Dalam penelitian ini penulis mengkaji tentang implementasi peraturan perundang-undangan di bidang penerbangan maupun perlindungan konsumen terkait dengan jaminan hak-hak penumpang serta secara khusus mengkaji tentang klausul baku pada tiket PT. Lion Mentari Airlines dikaitkan dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, KUH Perdata, dan Undang- Undang Penerbangan beserta Peraturan Menteri dibawahnya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode empiris normatif yang menitikberatkan pada penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dari bahan-bahan hukum. Serta mengkaji ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan klausul baku, perlindungan konsumen serta hak dan kewajiban penumpang maupun maskapai penerbangan Penelitian ini menemukan fakta bahwa peraturan perundang-undangan di bidang penerbangan belum menjamin hak-hak bagi penumpang, hal ini terlihat pada bentuk tanggung jawab ganti rugi pada permasalahan bagasi tercatat hilang, keterlambatan penerbangan maupun pembatalan penerbangan. Disisi lain juga ditemukan masih adanya klausul baku pada tiket PT. Lion Mentari Airlines yang masih mencantumkan klausul baku yang dilarang yaitu mengenai klausul pengalihan tanggung jawab, klausul penolakan pengangkutan penumpang dengan kebutuhan khusus, dan klausul besaran ganti rugi

Standard contract or provisions (agreement) printed on scheduled air carrier ticket unilaterally made by air carrier corporation, which impose the only two options for the passenger: “agree” or “disagree” towards the contain of the agreement. This can prejudice the passenger if there is any burdensome provision which included on the ticket and unilaterally limit or even eliminate the air carriers’ responsibilities. In this research, the writer would like to create a research on the implementation of aviation regulations and consumer protection law and Indonesian Civil Code related with the assurance of passengers rights and specifically analyse the standard contract on Lion Air ticket. The method of this research is empirical research stressing on literature study to gain secondary data from legal materials. The writer also analyse the provisions and regulations related with standard contract, consumer protection, passengers’ rights and obligations as well as air carriers’. Facts found on the research are the aviation regulations do not provide enough assurance on the passangers rights, which had been shown on air carriers’ responsibities on the compensation of lost baggage, flight delays and flight cancellation. On the other hand, had been noticed some clauses on Lion Air ticket standard contract, such as transfer of responsibility, refusal to carry passenger with special needs and clause of the amount of compensation.

Kata Kunci : klausul baku, perlindungan penumpang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.