Laporkan Masalah

PEMANFAATAN FOTO UDARA FORMAT KECIL UNTUK EKSTRAKSI DIGITAL ELEVATION MODEL (DEM), PEMODELAN GENANGAN DAN PERKIRAAN KERUGIAN AKIBAT TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR PARANGTRITIS

Warsini Handayani, Dr. Djati Mardiatno, S.Si, M.Si.

2014 | Tesis | S2 Geografi

Perkiraan kerugian akibat bencana menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana (disaster preparedness). Bencana tsunami menjadi ancaman wilayah pesisir yang tidak dapat diprediksi secara tepat dan dapat menyebabkan dampak kerugian besar baik secara langsung maupun tak langsung. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan Foto Udara Format Kecil (FUFK) untuk ekstraksi data ketinggian secara tiga dimensi (DEM), pemodelan genangan akibat tsunami, dan estimasi potensi kerugian langsung dan tak langsung di wilayah pesisir Parangtritis. Foto Udara Format Kecil digunakan sebagai data utama untuk ekstraksi DEM dalam kaitannya dengan pemodelan genangan tsunami dan pemetaan detail penggunaan lahan. Estimasi nilai lahan pada tiap jenis penggunaan lahan diperoleh dari survai lapangan maupun data sekunder. Perpaduan antara model genangan tsunami dan penggunaan lahan yang yang telah dikonversi menjadi peta nilai lahan digunakan untuk analisis perkiraan kerugian baik secara langsung (damage) dan tidak langsung (losses). Hasil ekstrasi DEM dari citra Foto Udara Format Kecil dengan resolusi spasial 0,15 m mempunyai akurasi vertikal dalam sub-meter (cm). DEM yang diperoleh dari Foto Udara Format Kecil dapat digunakan sebagai input pemodelan genangan tsunami dan perkiraan kerugian secara detail. Berdasarkan perhitungan, estimasi nilai kerugian langsung mencapai 43,12 milyar rupiah dan tak langsung 38,54 milyar rupiah pada skenario ketinggian maksimum run-up tsunami 4,2 m. Nilai kerugian akan bertambah besar apabila skenario ketinggian maksimum run-up tsunami semakin tinggi, yaitu mencapai 109,12 milyar rupiah untuk kerugian langsung dan 84,58 milyar rupiah untuk kerugian tak langsung pada skenario run-up tsunami 10,4 m. Karakteristik pesisir Parangtritis yang datar-landai dengan lahan terbangun pada zona < 100 m dari garis pantai berisiko tinggi terhadap bencana tsunami. Manajemen pesisir berbasis risiko bencana dilakukan sebagai upaya pengurangan potensi kerugian akibat bencana tsunami, seperti penataan ruang kawasan pesisir, upaya mitigasi struktural maupun non struktural, dan pengutan kelembagaan.

Damage and loss assessment caused by disaster is one of the important things in disaster preparedness. Tsunami becomes a treat for coastal area that cannot be precisely predicted and can cause great damage and loss. The objectives of this research are to examine Small Format Aerial Photograph capabilities for DEM extraction, build tsunami inundation model, and assess damage and loss caused by tsunami in Parangtritis coastal area. Small Format Aerial Photograph (SFAP) as main data is used for DEM extraction related to tsunami inundation modeling and land use mapping. Land value estimation for each land use types are gained from field survey and secondary data. The combination of tsunami inundation model and land use information that converted to land value map are used as an input for damage and loss assessment. The result of this research shows that; sub-meter vertical accuracy is reached by DEM extracted from SFAP that have spatial resolution 0,15 cm. DEM extracted from SFAP can be used for tsunami inundation modeling and damage and loss assessment in a detailed manner. Damage assessment values reach 43.12 billion rupiah and loss assessment value reach 38.54 billion rupiah, based on tsunami run-up maximum 4.2 m scenario. Damage assessment values rise along with increasing tsunami run-up scenario. Damage assessment values reach 109.12 billion 43.12 billion rupiah 84.58 billion for loss assessment value based on tsunami run-up maximum 10.4 m scenario. Parangtritis coastal area topographic characteristic from flat to gently sloping with built-up area in zone less than 100 m from the shoreline has a high risk of tsunami. Coastal management based on hazard risk can be done as an effort to reduce potential damages and losses from the tsunami disaster, such as spatial planning of coastal areas, structural and non-structural mitigation, and institutional reinforcements

Kata Kunci : perkiraan kerugian, Foto Udara Format Kecil, DEM, pemodelan genangan tsunami


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.