Laporkan Masalah

PENGARUH PELATIHAN KESEHATAN JIWA PADA TENAGA KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KOLABORASI PELAYANAN KESEHATAN JIWA DI PUSKESMAS KOTA YOGYAKARTA

Susi Rutmalem Bangun, Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, SpKJ(K)

2014 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Latar belakang : Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah penderita gangguan jiwa berat di Indonesia mencapai angka sekitar satu juta jiwa lebih atau sekitar 0,46%. Sebanyak 31.168 warga Kota Yogyakarta mengalami gangguan jiwa. “Jumlah orang yang mengalami gangguan jiwa di Yogyakarta cukup tinggi. Angka perkiraannya 0,5% dari total jumlah penduduk di Kota; data Bidang Fasilitasi Pelayanan Medik Rumah Sakit Jiwa Grhasia. Sedangkan jumlah kapasitas tempat tidur di rumah sakit jiwa 200 tempat tidur. Salah satu strategi mengatasi permasalahan tersebut dengan memasukkan layanan kesehatan jiwa ke puskesmas. Sehingga sumber daya manusia di puskesmas harus ditingkatkan dengan pelatihan tentang kesehatan jiwa. Penyebab gangguan jiwa bersifat multifaktor, maka penanganannya pun harus melewati diagnostik yang multikasual. Sehingga diperlukan kolaborasi dari berbagai profesi kesehatan dalam menangani masalah gangguan jiwa. Tujuan : mengukur pengaruh pelatihan kesehatan jiwa pada tenaga kesehatan di puskesmas Kota Yogyakarta. Metode : penelitian ini kuasi eksperimental. Responden 28 petugas kesehatan yaitu dokter, perawat, psikolog dan bidan. Pelatihan 5 hari, berlangsung 8-9 jam/hari. Instrumen test pengetahuan kesehatan jiwa dan data sekunder dari rekam medis. Hasil : Didapatkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan pada pengetahuan p = 0,000 (p < 0,05). Tetapi tidak terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah pelatihan pada kolaborasi pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas. Kesimpulan : Pengaruh pelatihan kesehatan jiwa pada tenaga kesehatan terhadap pengetahuan bermakna tetapi terhadap kolaborasi pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas Kota Yogyakarta tidak bermakna.

Background : Based on data from the Ministry of Health , the number of people with severe mental illness in Indonesia reached approximately one million more , or about 0.46 % . A total of 31 168 residents of Yogyakarta mentally ill . \\\" The number of people who experience mental illness in Yogyakarta is quite high . Figures estimate of 0.5 % of the total population in town ; Facilitate Data Field Medical Services Mental Hospital Grhasia . While the number of beds in psychiatric hospitals 200 beds . One strategy to overcome these problems by incorporating mental health services to the clinic . So that human resources in health centers should be improved with training on mental health . The causes are multifactorial psychiatric disorder , then treatment should pass diagnostic multikasual . So, we need the collaboration of various health professions in dealing with mental disorders . Objective: To measure the effect of mental health training of health workers in health centers in the city of Yogyakarta . Methods : This quasi- experimental study . Respondents 28 health workers is doctors , nurses , psychologists and midwives. Training 5 days , lasting 8-9 hours / day. Mental health knowledge test instruments and secondary data from the medical record . Results: There were significant differences between before and after training on the knowledge of p = 0.000 ( p < 0.05 ). But there was no significant difference before and after training on collaborative mental health services in health centers . Conclusion : The effect of training on the mental health of health workers towards meaningful knowledge but the collaboration of mental health services in the health center of Yogyakarta is not meaningful .

Kata Kunci : Pelatihan – Kesehatan Jiwa – Petugas Kesehatan – Pengetahuan – Kolaborasi ¹ Peserta PPDS-I Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran UGM ² Staf Pengajar PPDS – I Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran UGM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.