Laporkan Masalah

Ketahanan Masyarakat di Kawasan Pesisir Terdampak Banjir Rob ( Kasus : Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak )

Taufik Perdana Ayunda, DR. Nurul Khakim M.Si

2014 | Tesis | S2 Geografi

Penguatan ketahanan masyarakat di kawasan rawan bencana sangat diperlukan dalam upaya meminimalisir potensi kerugian dan dampak akibat bencana. Kecamatan Sayung merupakan kecamatan yang terdampak banjir rob paling besar di Kabupaten Demak. Hingga tahun 2013, 2 desa telah direlokasi karena telah tenggelam dan tidak layak untuk ditinggali. Desa Timbulsloko yang dihuni oleh 3.265 jiwa termasuk desa dengan kerentanan tinggi terhadap banjir rob. Tujuan penelitian ini yaitu : 1.) Memproyeksikan area tergenang banjir rob di Desa Timbulsloko; 2.) Mengukur ketahanan masyarakat Desa Timbulsloko menghadapi banjir rob; 3.) Mengetahui faktor yang mempengaruhi ketahanan masyarakat Desa Timbulsloko menghadapi banjir rob; dan 4.) Menyusun rekomendasi strategi mitigasi yang dapat dikembangkan di Desa Timbulsloko dalam menghadapi banjir rob. Dalam konteks keilmuan geografi penelitian menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gabungan kualitatif dan kuantitatif. Proyeksi genangan banjir rob menggunakan SIG berupa interpolasi dengan metode natural neighbour dan pemodelan genangan dengan metode iterasi. Pengukuran ketahanan menggunakan indeks ketahanan yang dihasilkan dari hasil skoring dan skaling terhadap data survey rumah tangga. Analisis diskriminan digunakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi ketahanan rumah tangga. Perumusan strategi mitigasi diperoleh menggunakan analisis deksiptif kualitatif terhadap hasil wawancara mendalam dan observasi lapangan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan luas genangan banjir rob semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2030, luas wilayah Desa Timbulsloko yang diproyeksikan tergenang oleh banjir rob mencapai 415,56 ha (91,2%), yang terbagi dalam 4 dusun (Wonorejo, Bogorame, Karanggeneng, Timbulsloko). Indeks ketahanan rumah tangga berkisar antara 0,2 hingga 0,7. Sebanyak 36 % rumah tangga memiliki tingkat ketahanan sedang, 32 % rumah tangga memiliki tingkat ketahanan rendah, dan 32 % rumah tangga memiliki ketahanan tinggi. Berdasarkan analisis diskriminan, modal ekonomi merupakan faktor yang paling mempengaruhi perbedaan tingkat ketahanan rumah tangga. Modal fisik merupakan faktor kedua yang turut membedakan tingkat ketahanan rumah tangga. Fungsi diskriminan yang dihasilkan adalah Z Score = -5,879 + (8,179 × Modal Ekonomi) + (3,639 × Modal Fisik). Strategi mitigasi yang dapat dikembangkan di Desa Timbulsloko menghadapi banjir rob yaitu : 1.) Peringatan dini banjir rob; 2.) Peningkatan ekonomi lokal berbasis potensi pesisir berupa mangrove dan perikanan; 3.) Pembangunan struktur pelindung permukiman dari gelombang laut dan banjir rob; dan 4.) Menjalin kemitraan yang erat dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi dalam hal penguatan ketahanan menghadapi banjir rob.

Strengthening the community resilience in disaster-prone areas are needed to to minimize potential of losses and impact from disasters. Sayung is the greatest affected district by tidal flood in Demak. Until 2013, two villages have been relocated due to drowning and not suitable as a place for living. Timbulsloko village that inhabited by 3,265 population have high susceptibility to tidal flood. The aim of this research are : 1.) Projecting the tidal flood area in Timbulsloko; 2.) measure Timbulsloko community resilience facing the tidal flood hazard; 3.) knowing factors that affect community resilience facing the tidal flood hazard; 4.) formulate recommendation of mitigation strategy that can be developed to overcome tidal flood in Timbulsloko. As a geography scientific research, this research used complex regional approach. This research used combination of qualitative and quantitative method. Projected tidal flood area obtained by using GIS method : natural neighbour interpolation method and iteration method. Measurement of resilience are obtained by using community resilience index, that generated from scoring dan scalling of the household survey data. Discriminat analysis are used to determine factors that affect the community resilience. Mitigation strategi formulation obtained by using qualitative descriptive analysis that generated from indepth interview dan field observation data. The result of this research shows that tidal flood area is increasing significantly years by years. Until 2030, there are 415,56 ha (91,2%) area in timbulsloko that will be affected by tidal flood. The entire settlement that located in 4 hamlets (Wonorejo, Bogorame, Karanggeneng, Timbulsloko) is predicted to be inudated by tidal flood. Community resilience index values have ranged from 0,2 to 0,7. There are 32% household that have low resilience index value, 36 % that have moderate resilience index value, and 32 % that have high resilience index value. Based on discriminant analysis, Economic capital is the most affecting factor that distinguish community resilience index in Timbulsloko. The second factor that distinguish community resilience index is physical capital. Discriminan function that generated from this research are : Z Score = -5,879 + (8,179 × Ketahanan Ekonomi) + (3,639 × Ketahanan Fisik). Mitigation strategy that can be developed are : 1.) Create an early warning schedule of tidal flood; 2.) Strengthening the local economic based on mangrove and fishery potenty; 3.) Build structure that protect settlements from waves and tidal flood; 4.) Establishing a partnership with universities and research institute in terms of strengthening resilience to overcome tidal flood.

Kata Kunci : Ketahanan masyarakat, Banjir rob, Bencana, Pesisir, Mitigasi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.