UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL, FRAKSI HEKSAN, FRAKSI ETIL ASETAT, DAN FRAKSI RESIDU DAUN RANDU (Ceiba pentandra (L.) Gaertn.) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
RIZKY HANDAYANI, Dr. Tatang Irianti, M.Sc, Apt.
2014 | Skripsi | FARMASIInfeksi bakteri merupakan penyebab utama masalah kesehatan di dunia. Meningkatnya kejadian resistensi bakteri terhadap antibiotik memicu berbagai penelitian untuk menemukan agen antibakteri alternatif. Ekstrak etanol daun randu (Ceiba pentandra (L.) Gaertn.) diketahui memiliki aktifitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui Kadar Hambat Minimal (KHM) dan Kadar Bunuh Minimal (KBM) ekstrak etanol daun randu terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, mengetahui aktivitas antibakteri fraksi heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi residu daun randu, serta mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol daun randu dan fraksi-fraksinya. Penentuan KHM dilakukan menggunakan metode dilusi cair. Konsentrasi esktrak minimal yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri ditandai dengan tidak terjadinya kekeruhan pada tabung uji ditetapkan sebagai KHM. Konsentrasi esktrak minimal untuk menghambat pertumbuhan bakteri sebesar 99,99% disebut sebagai KBM ditandai dengan tidak terjadinya pertumbuhan bakteri di media padat atau dengan pengukuran absorbansi. Fraksinasi dilakukan menggunakan corong pisah. Ekstrak etanol dan fraksi-fraksinya diuji aktivitas antibakterinya dengan metode disk diffusion. Analisis golongan senyawa menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan KHM dan KBM ekstrak etanol daun randu belum dapat ditentukan karena masih adanya pertumbuhan bakteri pada konsentrasi tertinggi yang diujikan yaitu 5 mg/ml. Hasil uji disk diffusion menunjukkan bahwa fraksi heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi residu daun randu 5 mg/ml memberikan zona hambat kepada E. coli dengan rata-rata diameter hambat (mm) berturut-turut 16,73±4,38; 12,50±4,50; 5,83±2,93. Fraksi heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi residu daun randu 5 mg/ml juga memberikan zona hambat kepada S. aureus dengan rata-rata diameter hambat berturut-turut 10,13±2,13; 11,42±0,58; 0,00±0,00; 18,85±1,03. Ekstrak etanol daun randu mengandung senyawa flavonoid, fenolik, saponin, dan terpenoid. Fraksi heksan mengandung senyawa terpenoid, fraksi etil asetat mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan saponin, sedangkan fraksi residu mengandung senyawa fenolik dan flavonoid.
-
Kata Kunci : Ceiba pentandra, fraksi, antibakteri