Karakterisasi spasial faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap insidensi malaria di kec. Salaman, Magelang, Jawa Tengah
PRAMUDIWATI, Irene Riana, Prof.Dr. Dulbahri
2001 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganInsidensi malaria di Kecamatan Salaman cukup tinggi dari tahun ke tahun. Upaya pemberantasan malaria telah dilakukan oleh instansi setempat, namun kasus malaria mas& tinggi. Timbulnya penyakit malaria tidak hanya dipengaruhi oleh faktor langsung, tetapi juga oleh faktor tidak langsung, yaitu faktor lingkungan, sehingga perlu dilakukan kajian secara lebih mendalam mengenai karakteristik faktor lingkungan setempat. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji kaitan dinamika iklim dan migrasi penduduk dengan insidensi malaria, serta (2) mengkaji kaitan distribusi spasial penggunaan lahan dan bentuklahan daerah penelitian dengan insidensi malaria. Tujuan pertama dicapai melalui metode analisis statistik menggunakan koefisien korelasi Spearman, serta analisis grafis. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan faktor klimatologis dan migrasi penduduk per tahun dengan insidensi malaria. Analisis grafis digunakan untuk mengetahui hubungan faktor klhatologis dan migrasi penduduk per bulan dengan insidensi malaria. Faktor klimatologis yang diuji meliputi curah hujan, kelembabau relatif, temperatux minimal, temperatur rerata, temperatur maksimal, dan kecepatan angin. Migrasi penduduk meliputi irnigrasi dan emigrasi penduduk. Tujuan kedua dicapai melalui analisis keruangan. Analisis ini didasarkan atas distribusi spasial penggunaan lahan dan bentuklahan dominan yang terdapat pada masing-masing kelas desa, yang telah ditentukan status malarianya berdasarkan Nlai API. Data penggunaan lahan dan bentuklahan diperoleh dari hasil interpretasi foto udara infiamerah berwarna tahun 1981 dan foto udara pankromatik hitam putih tahun 1992 skala 1:30.000, serta kerja lapangan Hasil interpretasi diolah dan dianalisis dengan bantuan SIG, dengan perangkat lunak PC Arcfido 3.5. Survei larva dilakukan untuk identifikasi tempat perindukan nyamuk Anopheles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kasus malaria wilayah Salaman terjadi pada bulan Mei-Agustus. Tmgginya kasus malaria di Kecamatan Salaman, terutama b e d dari 6 daerah HCI, yang meliputi Desa Ngargoretno, KaIirejo, Paripurno, Krasak, Margoyoso, dan Kaliabu. Penggunaan lahau d a d HCI didominasi oleh kebun campur. Bentuklahan daerah HCI didominasi oleh perbukitan denudasional. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kasus malaria pada bulan Mei-Agustus disebabkan oleh penurunan curah hujan, yaitu sebesar 147,2, 119,9, 60,7, dan 60,4 mm; sedangkan kelembaban, temperatur, kecepatan angin, serta migrasi penduduk, tidak mempengaruhi dinamika kasus malaria daerah penelitian. Kebun campur berpeluang sebagai tempat istirahat nyamuk Anopheles. Perbdcitan denudasional mempengaruhi tingginya kasus malaria melalui tersedianya sungai-sungai kecil pada bentuklahan ini, yang menurun debitnya pada bulan Mei-Agustus, sehingga menciptakan tempat peIindukan nyamuk Anopheles pada badan-badan sungai.
Year by year, the malaria incidence in Salaman is high. The efforts to eliminate malaria has been done by local government, but the malaria case is still high. The emerge of malaria case is not only influenced by direct factors, but also indirect factors, that is environmental fhctors. So, it is necessafy to carry out a study of characterisation of the local environmental more deeply. The purposes of the research are (1) to study the relationship between the dynamics of the climate and population migration and malaria incidence, (2) to study the relationship between spatial distribution of landuse and lan~ormo n one side and malaria incidence on the other side. The first purpose is observed by statistical analysis method by Spearman correlation analysis, and graphic analysis. Correlation analysis is done to find out the correlation between climatological factors and population migration year by year and malaria incidence. Graphic analysis is done to find out the correlation between climatological factors and population migration month by month and malaria incidence. The climatological factors are rainfall, relative humidity, minimal temperature, average temperatur, maximal temperature, and wind velocity. The migration factors are immigration and emmigration. The second purpose is observed by spatial analysis. This analysis is based on spatial distribution of dominant landuse and landform at each malaria class village, which determined by AFT The landuse and landform data are obtained by aerial photographs interpretation, colour infhed 1981 and pancromatic blacWwhite 1992 scale 1:30.000, and field work. The interpretation result is processed and analysed by GIS with PC Arc/Info 3.5. A larva survey is carried out to identify the Anopheles mosquito breeding places. The research result shows that the increase of malaria case in Salaman, often happens in May-August. The high of malaria case in the research area mainly come fiom the high malaria case in six HCI area, which includes Ngargoretno, Kalirejo, Paripmo, Krasak, Margoyoso, dan Kaliabu. Mixed garden is a dominant landuse in HCI area. Denudational hill is a dominant landform in HCI area. The conclusion of the research are, the increase of malaria case occurs in May- August is because of the decrease of rainfall, i.e. 147.2, 119.9, 60.7, and 60.4 mm. Whereas relative humidity, temperate, wind velocity, and population migration, do not inhence the malaria case dynamics in the research area. Mix garden has an opportunity as a resting place of Anopheles mosquito. Denudational hill influences the high of malaria case by the availability of many streams, which their debits decrease in May-August, so it can create a breecfing place of Anopheles mosquito at the river.
Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Kesehatan,Insiden Malaria