Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI SKEMA SLEEP-WAKEUP PADA JARINGAN SENSOR NIRKABEL MELALUI MEDIA BLUETOOTH

RIJDZUAN ADI SAMPOERNA, Drs. Bambang Nurcahyo Prastowo, M.Sc

2014 | Skripsi | ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

Berkembangnya teknologi memungkinkan sebuah piranti sensor sistem tertanam (embedded system) untuk terhubung dengan internet atau yang dikenal dengan istilah Internet of Things (IoT). Dengan munculnya tren untuk mengukur segala aktifitas yang dilakukan manusia (quantified self), menuntut perangkat yang dapat digunakan (wearable device) untuk menyajikan akuisisi data secara terus menerus. Kebutuhan aliran data yang terus menerus memunculkan beberapa masalah.Salah satu masalah utama yang dimiliki adalah kebutuhan daya. Dalam penelitian kali ini, akan diimplementasikan sebuah skema sleep-wakeup yang akan diterapkan untuk transmisi data antara sebuah sensor node dengan perangkat Android. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan skema sleep-wakeup terhadap data yang dikirim dibandingkan dengan menggunakan metode pengiriman yang konvensional. Penelitian dilakukan dengan melakukan penjadwalan pembuatan dan pemutusan koneksi socket untuk bluetooth. Kemudian diberlakukan beberapa kondisi untuk percobaan mendapatkan data akurasi dan waktu respon sistem. Akurasi data yang didapatkan dari penggunaan skema sleep-wakeup diantara 78%- 94% lebih rendah dibandingkan metode pengiriman biasa yang memiliki presentasi akurasi 91%-99%. Lebih rendahnya akurasi disebabkan oleh rusaknya sebagian besar data di tiap awal periode wakeup berjalan. Waktu respon yang dibutuhkan untuk pembuatan socket bluetooth setelah dilakukan sleep kurang dari 2 detik adalah selama 0.55 detik hingga 0.62 detik. Sedangkan untuk waktu respon pembuatan socket bluetooth lebih dari 2 detik dibutuhkan waktu yang lebih lama yaitu selama 0.96 detik hingga 4.19 detik.

The development in technology world has broaden the capability of small sensor in embedded system to connect the internet. Internet of Things (IoT) is the popular term in Wireless Sensor Network to coin this phenomenon. Wearable device is one of the implementation from IoT. The needs to track all the activities done by a single human being, demand a continuous data flow, which is lead to several problems. One of the main problem is power consumption. In this research, sleep-wakeup scheme was implemented as data transmision method between node sensor and Android device. The research focused on the side effect caused by sleep-wakeup scheme over conventional method on data transmission. Sleep-wakeup scheme implemented by scheduling the connecting and disconnecting of socket connection from both devices. Some condition applied to each experiment in order to obtain the accuracy and time response of the system. The result stated that sleep-wakeup‟s accuracy is 78%-94% which is lower than conventional data transmission‟s accuracy recorded at 91%-99% of data correct received. The lower accuracy that sleep-wakeup have are caused by the broken data located in the beginning of wakeup periode. Time response needed to create a socket of bluetooth after less than or equal to 2 seconds are in between 0.55 seconds to 0.62 seconds. Meanwhile, time response needed to create a socket of bluetooth for more than 2 seconds takes longer in around 0.96 seconds to 4.19 seconds.

Kata Kunci : Bluetooth, Sleep-Wakeup, Android, Wearable Device, Socket


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.