Laporkan Masalah

PERENCANAAN PEMANFAATAN RUANG BERBASIS KONSERVASI MANGROVE DI WILAYAH KEPESISIRAN KABUPATEN DEMAK

Septiana Fathurrohmah, Dr. Nurul Khakim, M.Si.

2014 | Tesis | S2 Geografi

Sebagian hutan mangrove di Indonesia mengalami kerusakan. Salah satunya seperti yang terjadi di wilayah kepesisiran Kabupaten Demak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi eksisting hutan mangrove, menyusun arahan rencana konservasi hutan mangrove, mendeskripsikan kesesuaian lahan untuk berbagai sektor kegiatan, serta menyusun rencana pemanfaatan ruang berbasis konservasi mangrove di wilayah kepesisiran Kabupaten Demak. Identifikasi kondisi eksisting hutan mangrove meliputi analisis perubahan tutupan lahan mangrove dan tingkat kekritisan mangrove. Analisis perubahan lahan mangrove dilakukan dengan metode interpretasi visual Citra ALOS Tahun 2010, Citra Landsat TM tahun 1994 dan Citra Landsat ETM tahun 2002. Sementara itu, penilaian tingkat kekritisan mangrove didasarkan pada jenis penggunaan lahan, kerapatan tajuk, dan ketahanan tanah terhadap erosi pantai. Rencana konservasi mangrove berupa arahan spasial dan prioritas konservasi mangrove dirumuskan melalui skoring dan pembobotan terhadap pengurangan tutupan lahan mangrove, kekritisan lahan mangrove, keberadaan sempadan pantai dan sungai, serta kesesuaian lahan potensial mangrove. Kesesuaian lahan selain peruntukkan mangrove yang dianalisis meliputi kesesuaian lahan untuk pelabuhan, tambak, pertanian, industri, permukiman penduduk, dan pariwisata menggunakan metode arithmetic matching. Rencana pemanfaatan ruang berbasis konservasi mangrove disusun dengan memperhatikan hasil analisis kesesuaian lahan berbagai peruntukan untuk mendapatkan alternatif pemanfaatan ruang serta matrik interaksi pemanfaatan ruang sebagai dasar analisis interaksi dan penentuan akhir pemanfaatan ruang. Tutupan lahan mangrove di wilayah kepesisiran Kabupaten Demak adalah 1979,58 Ha (1994), 1077, 29 Ha (2002), dan 1405,36 Ha (2010). Tingkat kekritisan menunjukkan 83,29 % hutan mangrove dalam kategori rusak,12,68% dalam kategori rusak berat, dan 4,04% dalam kategori tidak rusak. Arahan konservasi mangrove yang dihasilkan meliputi prioritas I seluas 3.058 Ha, prioritas II seluas 1.531,7 Ha, serta prioritas III seluas 9.782,5 Ha. Dalam analisis kesesuaian lahan non mangrove, untuk kawasan pelabuhan sebagian besar termasuk pada kategori sesuai, untuk pertambakan sebagian besar termasuk pada kategori sedang, untuk pertanian seluruhnya termasuk pada kategori sesuai, kegiatan industri sebagian besar termasuk pada kategori sedang, untuk permukiman sebagian besar pada kategori sedang, dan untuk kegiatan pariwisata didominasi oleh kategori tidak sesuai. Arahan rencana pemanfaatan ruang berbasis konservasi mangrove mencakup lahan pertanian seluas 19.400 Ha, lahan silvofishery (mangrove prioritas III dan tambak) seluas 9.444 Ha, lahan konservasi mangrove prioritas I seluas 3.177 Ha, lahan permukiman seluas 1.590 Ha, lahan silvofishery (mangrove prioritas II dan tambak) seluas 1.211 Ha, lahan konservasi mangrove prioritas III seluas 351,7 Ha, lahan konservasi mangrove prioritas II seluas 166,2 Ha, dan lahan tambak seluas 40,28 Ha.

The mangrove forests in Indonesia partly have been degraded over time, include mangrove forest in coastal area of Demak Regency. The aims of this study are to identify the existing conditions of mangrove forests, design a mangrove conservation plan, describe land suitability for several non mangrove utilizations, and arrange the space utilizations planning based on the mangrove conservation in coastal area of Demak Regency.The identification of existing conditions includes the analysis of mangrove coverage changes and the mangrove critical stage. Visual interpretation of time series satellite imageries data is used to analyze the mangrove coverage changes. Whereas, the assessment of mangrove critical stage is based on the kinds of landuse, mangrove crown density, and soil resistivity from coast erosion. The mangrove conservation plans are determined by the score and the assessment of the mangrove coverage decrease, the mangrove critical stage ,the existence of shore and river borders, and potential land-use of mangrove. For land suitabilities, the analyses use arithmetic matching. The space utilizations planning based on mangrove conservation is compiled by use the results of land suitability analyses of mangrove and other several sectors to get space utilizations alternatives and matrix of space utilizations interactions as the basis to analyze the interactions and determine the final space utilization. The mangrove coverage in study area were about 1.979,58 Ha (1994), 1.077, 29 Ha (2002), and 1.405,36 Ha (2010). The result of mangrove critical stage analysis shows that about 83,29 % of mangrove forests are categorized as a damaged mangrove area, 12,68% are in a badly damaged stage, and 4,04% can be categorized as a nondamaged mangrove area. The results of mangrove conservation plans are first priority mangrove conservation zone covers 3.058 Ha, second priority mangrove conservation zone covers 1.531,7 Ha, and third priority mangrove conservation zone covers 9.782,5 Ha. In the analyses of land suitability, almost all the study areas can be categorized as a suitable area for port and most of the areas also can be classified in moderate category for aquaculture, industry, and settlement. The result also shows that all of the areas being studied are suitable for agricultural sectors, and almost all of study area are not suitable for tourism. The space utilizations plans based on conservation mangrove include 19.400 Ha of agriculture areas, 9.444 Ha of silvofishery areas (the combination of third mangrove conservation priority area and fishpond), 1.590 Ha of settlement areas, 1.211 Ha of silvofishery areas (the combination of second mangrove conservation priority area and fishpond), 351,7 Ha of the third priority mangrove conservation areas, 166,2 Ha of the second priority mangrove conservation areas, and 40,28 Ha of fishpond areas.

Kata Kunci : mangrove, konservasi, pemanfaatan ruang, conservation, space utilization


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.