Laporkan Masalah

Kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa dan produktivitasnya di Daerah Kecamatan Temon dan Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon progo

KILMANUN, Juliana Martje, Drs. Tukidal Yunianto, MSc

2001 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Tanaman kelapa di daerah Kecamatan Temon dan Kokap dapat ditemui mulai dari daerah pesisir hingga pegunungan. Selain padi, tanaman kelapa merupakan komoditas utama yang diusahakan oleh petani setempat sebagai suinber penghasilan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Namun penanaman dan pemanfaatan lahan untuk tanaman kelapa beluin mempertimbangkan kualitas lahan, sehingga produktivitasnya belum optimal. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian yang mengkaji tentang kualitas lahan dan kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa dan produkt i vi tasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan di setiap satuan lahan, tingkat produktivitas tananian kelapa, dan membandingkan pendapatan yang diperoleh dari usaha tani tananan kelapa yakni antara hasil penjualan buah kelapa dengan penjualan gula kelapa. Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data primer meliputi data tanah (bahan organik, drainase tanah, kedalaman tanah, KTK, pH tanah, N,P,K,) dan keadaan medan di setiap satuan lahan menggunakan metode slralrfied randmi suniplitig. Penentuan tingkat kesesuaian lahan dilakukan dengan metode pencocokkan (mulching) berdasarkan ki-iter-ia kesesuaian dari Pusat Penclitian Tanah dan Agroklimat (1 997) satnpai kategori subkelas. Analisis data produktivitas kelapa digunakan minus dari Murdiyanto (1 987). Hasil penilaian kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa rnenunjukkan bahwa di daerah penelitian mempimyaj tingliat kesesuaian lahcul aktual S3 clan N, dengan faktnr pembatas utania kctcrwclixw oksigen (oa), ketersediaan unsur hara (n), retensi hara (nr), media perakaran (r) dan medan (s). Subkelas kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa di daerah penelitian yakni S3n seluas 3.198 Ha (29,05°/~),S 3r n seluas 29 Ha (0,26%), S3r nr n seluas 45 Ha (0,41%), S3oa n seluas 1.208 Ha (1 0,97 %). S3s n seluas 2.198 (1 9,97%), S3s I' n seluas 172 Ha (1.56%). dan N seluas 4.1 59 Ha (37,78?A0). Rata-rata produktivitas tatlainan kelapa di daerah dataran sebesar 92,55 butirlpohonltahun, sedangkan di daerah perbukitan dan pegunungan sebesar 83,70 butir/pohon/tahun. Sebagian besar petani kelapa di Kecamatan Temon mengambil hasil produksi tanaman kelapa dengan meinetik buah kelapa. sedangkan petani di Kecainatan Kokap sebagian besar nienderes tanmnan kelapa untuk dibuat gula kelapa. Pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan gula kelapa lebih tinggi (204.5 17 rupiah/pohon/tahun) dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari penjualan buah kelapa (25.684 Rupiah/pohon/tahun).

Coconut trees in Temon and Kokap Subdistricts are grown from coast to mountain areas. In addition to paddy, the coconut trees are a main commodity that were plantcd by local farmers as earning sources to provide their daily needs. I-lowever, in land planting and utilizing for coconut crops the local farmers had notconsider the land qualities yet, so that its productivities were not optimal. Therefore, a research studying the land quality and suitability for coconut crops and their productivities are necessary. This research aims to determine land suitability subclasses in each land unit, coconut crop productivi ties, and farmers’ earning ratio acquired from coconut fruits and coconut sugars. The primary data collecting was carried out, including soil data (organic matter, soil drainage, soil depth, CEC, soil pH, N, P, K) and terrain conditions in each land unit using the stratrfied random sumpling method. The determination of land suitability in each land unit was carried out using the matching method based on the criteria of land suitability of the Soil and Agroclimate Study Center (1997). The data analyses of coconut productivities used the Murdiyanto’s formula (1 987). The results of land suitability assessments’ for coconut crops were that the research areas have the actual land suitabilities of S3 and N, with main limiting factors were oxygen (oa), nutrient (n) availabilities, nutrition resistances (nr), rooting media (r) and terrain (s). The land suitability classes of S3n were for 31 98 Ha (29.05%), S3r n for 29 Ha (0.2670)~S 3r nr n for 45 Ha (0.41%), S3oa n for 1208 Ha (10.97%), S3s n for 2198 (19.97%), S3s r n for 172 (1.56%), and N for 4159 Ha (37.78%). The coconut trees productivities in the plain areas were 92.55 fmits/tree/year, while in the hill and mountain areas were 83.70 fruits/tree/year. Most of the coconut farmers in Temon Subdistrict cropped their coconut fruits, while in Kokap Subdistrict they cut coconut flowers to take their sugar waters. The earninf acquired from coconut sugar sales were higher (204,5 17 rupiahshreelyear) than those fiom coconut h i t sales (25,684 rupiahs/tree/year).

Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Kesesuaian Lahan,Produktivitas Tanaman Kelapa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.