Laporkan Masalah

KORELASI ANTARA STRES PSIKOLOGIS DENGAN NILAI AMBANG DENGAR DI LINGKUNGAN BISING MESIN PADA PEKERJA PABRIK KONVEKSI

Tan'im, DR. dr. Bambang Udji Djoko Rianto, Sp.THT-KL(K), M.Kes

2014 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit THT

Bising dalam kurun waktu lama dan kontinyu dapat mengakibatkan penurunan pendengaran dan merupakan faktor stresor psikologis dan fisik yang dapat mempengaruhi fungsi pendengaran. Bising di atas 85 dB tidak hanya menyebabkan keluhan pada organ telinga dan pendengaran tetapi berkaibat juga pada peningkatan tekanan darah, gangguan tidur, kelainan pencernaan, meningkatnya emosi dan berbagai kelainan akibat stress psikologis. Penelitian ini menggunakan rancangan analytic cross sectional untuk mengetahui korelasi antara stress psikologi dengan nilai ambang dengar pada pekerja pabrik konveksi. Lokasi penelitian di PT MTG Yogyakarta dengan jumlah subyek sebanyak 63 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek penelitian dilakukan tes audiometri, dan untuk mengetahui stress psikologis digunakan wawancara dan kuisioner hamilton rating scale. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s, kemudian digambarkan dalam grafik scatter plot (diagram pencar). Hasil: uji korelasi antara stress psikologi dengan nilai ambang dengar frekuensi 125-8000 Hz baik telinga kanan dan telinga kiri berdasarkan perhitungan hantaran udara ditemukan tidak ada korelasi bermakna (p > 0,05), kekuatan korelasi rendah (telinga kanan rxy = 0,034 – 0,185, telinga kiri rxy = 0,071 – 0,190), sedangkan berdasarkan perhitungan hantaran tulang frekuensi 250-4000 Hz ditemukan tidak ada korelasi bermakna (p > 0,05), kekuatan korelasi rendah (telinga kanan rxy = 0,015 – 0,175, telinga kiri rxy = 0,017 – 0,168). Kesimpulan: terdapat korelasi positif sangat lemah antara stress psikologis dengan nilai ambang dengar baik telinga kanan maupun kiri pada pekerja pabrik konveksi.

Noise in long and continous duration can cause hearing loss and noise is a pschycological stressor and physical factors that can affect hearing function. Noise above 85 dB not only causing a complaint in ear and hearing organ, but also causing an increase of blood pressure, sleep disorder, indigestion, increase of emotion and another disorder that is cause by pschycological stress. This study was using a cross sectional analytic design to know the correlation between pschycological stress with hearing threshold on convection factory workers. Study location was in PT MTG Yogyakarta, with the subject amount were 63 people whom fulfilled the inclusion and exclusion criteria. Audiometry test were done on study subjects, and interview and Hamilton rating scale questioner were used to know the pschycological stress. Data analysis were using Spearman’s correlation test, then it was been drawed on scatter plot graphic (disperse diagram). Result: correlation test between pschycological stress with hearing threshold in frequency 125 – 8000 Hz on both right and left ear was found that there was no significant correlation (p > 0,05), based on air conduction measurement, weak correlation strength (right ear rxy = 0,034 – 0,185, left ear rxy = 0,071 – 0,190), while based on bone conduction measurement in frequency 250-4000Hz was found that there was no significant (p > 0,05), weak correlation strenght (right ear rxy = 0,015 – 0,175, left ear rxy = 0,017 – 0,168). Summary: there is a very weak correlation between pschycological stress with hearing threshold on both right and left ear in convection factory workers.

Kata Kunci : Stress psikologis, nilai ambang dengar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.