Laporkan Masalah

ANALISIS PEWARISAN GENETIK SIFAT KUALITATIF DAN KUANTITATIF PADA AYAM LEGUND (NAKED NECK FOWL)

HERU PONCO WARDONO, Prof. Dr. Ir. Jafendi H. Purba Sidadolog

2014 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penampilan Legund pada ayam buras merupakan ekspresi dari gen Na yang berpengaruh tidak langsung terhadap toleransi panas lingkungan secara lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pewarisan genetik sifat kualitatif dan kuantitatif pada ayam Legund. Penelitian ini bermanfaat untuk menyediakan data dasar pertimbangan peningkatan mutu genetik ayam Legund. Penelitian dilakukan selama 7 bulan di Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan UGM pada bulan Juli 2013 sampai Januari 2014. Materi penelitian adalah 5 ekor pejantan Legund, 15 ekor induk Legund, 15 ekor induk normal, embrio dan ayam-ayam keturunan hasil perkawinan antar ayam Legund dan ayam normal dengan rasio 1:6 (1 pejantan Legund dikawinkan dengan masing-masing 3 ekor induk Legund dan induk normal). Seluruh keturunannya dipelihara selama 10 minggu dan penampilannya diamati secara kualitatif dan kuantitatif. Sifat kualitatif yang diamati adalah warna dan kondisi bulu, warna cakar serta bentuk jengger. Sifat kuantitatif yang diukur yaitu data produksi (pertambahan berat badan, konsumsi pakan, konversi pakan, produksi telur, berat telur) dan data reproduksi (fertilitas, daya tetas, kualitas tetas). Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis distribusi genotip khi-kuadrat dan analisis variansi nested design (struktur hirarkhis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien keragaman tetua ayam buras yang digunakan masih cukup luas (>10%). Berat badan akhir induk Normal lebih besar secara nyata dibandingkan induk Legund. Produksi telur, fertilitas, mortalitas, berat telur, indeks telur, berat DOC, dan berat saat umur 10 minggu antara ayam Legund dan Normal adalah sama. Berat badan anak ayam umur 10 minggu berdasar kelompok perkawinan tetua ♂L x ♀L lebih kecil secara nyata dibanding dari tetua ♂L x ♀N. Korelasi antara berat induk dengan berat telur pada kisaran nilai positif sedang dan korelasi antara berat telur dan berat DOC mempunyai nilai positif tinggi. Estimasi heritabilitas (h2) berat telur, indeks telur, berat DOC dan berat ayam saat umur 10 minggu berdasarkan komponen pejantan mempunyai hasil nilai yang paling kecil, kemudian diikuti berdasarkan komponen pejantan dan induk dan nilai paling besar dihasilkan berdasarkan komponen induk. Pewarisan genetik tetua pada keturunannya sangat dipengaruhi oleh macam dan sifat-sifat dari gen penyusunnya. Distribusi genotip beberapa sifat kualitatif (kondisi bulu, warna bulu, warna cakar dan bentuk jengger) dari tetua pada keturunannya diperoleh hasil yang masih mengikuti nisbah Mendel. Disimpulkan bahwa pewarisan genetik sifat kualitatif selalu mengikuti hukum Mendel. Variabilitas sifat kuantitatif ayam Legund dan Normal masih luas.

Naked neck traits in a native chicken which is expressed by Na gene well effect indirectly on its environment heat tolerance. The objectives of this research is to study genetic inheritance of qualitative and quantitative traits in Naked Neck Fowl (NNF). This research was aimed to provide baseline data that useful for NNF genetic quality improvement. The experiment was conducted at the Laboratory of Poultry Faculty of Animal Science for 7 months (2013 July – 2014 January). The materials consist of 5 NNF sires, 15 NNF dams, 15 dams of Normal Feathered Fowl (NFF), embryos and chickens offspring that obtained by a cross between NNF and NFF which is 1:6 ratio (1 NNF sire was crossed with 3 NNF and 3 NFF dams). All of offspring were maintained for 10 weeks. The qualitative traits that be observed are color and feather condition, color of shank and the type of their comb. The quantitative traits that be measured are production data (weight gain, feed intake, feed conversion, egg production and egg weight) and reproduction data (fertility, hatchability, hatching quality). Data were analyzed using analysis of chi-square and nested design variance (hierarchical structure). The results showed that the parents native chicken diversity coefficient was still quite large (> 10%). The final weight of NFF dams significantly was bigger than the NNF dams. Egg production, fertility, mortality, egg weight, egg index, DOC weight, and weight at the age of 10 weeks between NNF and NFF dams are the same. Weight on 10-week old chicks based of mating group from NNF sires x dams was significantly smaller than of NNF sires x NFF dams. The correlation between weight of dams and egg weight is a moderately positive and the correlation between egg weight and DOC weight is a highly positive. Heritability (h2) that based on the sire components has the smallest value. The biggest value of heritability was gained by the dam components. The genetic inheritance are actually influenced by the kinds and the characteristic of their constituent genes. The distribution of genotypes in some qualitative traits observed (condition and color of feather, color of shank and type of comb) showed that it still followed The Mendelian ratio. It could be concluded that the qualitative traits of genetic inheritance always follow the Mendel rule. NNF and NFF quantitative traits variability are still widespread.

Kata Kunci : Ayam Legund, Pewarisan genetik, Sifat kualitatif, Sifat kuantitatif, NNF, Genetic inheritance, Qualitative traits, Quantitative traits


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.