Optimalisasi Pelayanan Publik Dalam Pelaksanaan e-KTP Guna Memperkokoh Ketahanan Wilayah (Studi di Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilodong Kota Depok)
Muhtarhadi Nursalim, Prof. Dr. Djoko Soerjo, MA.
2014 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalTujuan disusunnya tesis ini adalah untuk mengetahui kondisi pelayanan publik dalam pelaksanaan e-KTP di Kelurahan Kalibaru, mengindentifikasi kendalakendala yang dihadapi, memformulasikan strategi optimalisasi dan implikasinya terhadap Ketahanan Wilayah. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda kualitatif yaitu dengan menggambarkan, menjelaskan, menggolongkan, dan mengkonseptualisasikan data primer dan data sekunder melalui kata-kata, kalimat-kalimat, gambar-gambar, bagan dan tabel, yang dilaksanakan melalui tiga langkah analisis data kualitatif yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Pelayanan publik dalam pelaksanaan e-KTP di Kelurahan Kalibaru sudah berjalan dengan baik, namun sampai akhir tahun 2012 belum mencapai 100 persen dari jumlah penduduk wajib KTP yaitu 10.643 (90,26 persen) dari 11.792 orang. Dari temuan lapangan dan observasi untuk mengoptimalisasikan pelayanan, diperlukan strategi optimalisasi terhadap : (1) organisasi dan administrasi, (2) sumberdaya manusia aparatur, dan (3) sarana dan prasarananya. Terhadap organisasi dan administrasi ditemukan kendala-kendala yang dihadapi yaitu masalah koordinasi, sinkronisasi, kerjasama dan integrasi serta faktor lain maka dari hasil temuan, strategi optimalisasi yang diterapkan adalah menumbuhkan, mengembangkan dan membudayakan prinsip-prinsip organisasi yang sehat, menerapkan cara khusus yaitu melaksanakan kegiatan perekaman secara massal tingkat lokal, dan membuat brand image bahwa pelayanan e-KTP di Kelurahan Kalibaru sangat nyaman dan menyenangkan. Terhadap sumberdaya manusia ditemukan kendala-kendala yang dihadapi yaitu masalah ketrampilan dan keahlian petugas operator dan petugas register, maka dari hasil temuan, strategi optimalisasi yang diterapkan adalah menerapkan fungsi-fungsi manajemen sumberdaya manusia (MSDM), mengadakan pelatihan dan pendidikan teknis, dan pelatihan total quality management (TQM) untuk meningkatkan tiga kemampuan dasar manusia aparatur pelaksana e-KTP. Terhadap sarana dan prasarana ditemukan kendala-kendala yaitu terbatasnya perangkat perekaman data e-KTP, kualitas peralatan, jaringan internet, dan pemadaman listrik karena faktor alam, maka dari hasil temuan, strategi optimalisasi yang diterapkan adalah menata ruang operator dan ruang register, ruang tunggu, tempat parkir, mendatangkan kembali perangkat perekaman e-KTP, serta mengadakan genset untuk mengantisipasi padamnya aliran listrik. Melalui strategi optimalisasi tersebut, diharapkan adanya pelayanan publik pada pelaksanaan e-KTP dapat memberi implikasi memperkokoh Ketahanan Wilayah baik di bidang ideologi-politik, ekonomi, sosial budaya, maupun keamanan Kelurahan Kalibaru di masa mendatang.
The objective of this thesis is to understand the public service condition in the implementation of E-KTP at Kalibaru village, identify the obstacles faced, optimum strategic formulation and its implication on the regional resilience. The method applied to this research was qualitative method that described, explained, classified and primary and secondary data conceptualism using words, sentences, pictures, scheme, and table that was implemented through the three steps of qualitative data analysis i.e. the reduction, presentation and verification of data. The public service in the implementation of E_KTP at Kalibaru village was well carried out; however until the end of year 2012, it had not reached 100% of the total residents. It had only reached 10,643 (90.26%) of 11,792 residents who are obliged to have the e-KTP. Based on the field finding and observation to optimum service, an optimum strategy on (1) organization and administration, (2) human resource and (3) facilities and infrastructure is needed. In the case of organization and administration, obstacles were found in the problems of coordination, synchronization, cooperation, and integration with other factor from these findings the strategy and optimum carried out specific way to develop and introduce a healthy organizational principles such as implementing local mass recording activity and presenting a brand image that on the e-KTP service carried out at Kalibaru village was pleasant. On the case of Human resource, obstacles due to the skill and capability of the operator and registrar were found; with this regard optimum strategy implemented would be the implementation of the human resource management functions, through technical training and upgrading and total quality management (TQM) to improve the three basic capabilities of the e-KTP implementor. The obstacles found in the facilities and infrastructures were the limited availability of the e-KTP data recording equipment, the equipment quality, internet network and electricity black out due to nature factor based on the finding the applied optimum strategy was rearrange the operator, registration, and waiting rooms and parking area, reorder the e-KTP recording equipment and a genset in anticipation of power failure. Through the optimum strategy, it is expected that public service for the e-KTP implementation will provide the implication to enhance the stability in the fireld of political ideology, economy, socio-cultural as well as security in Kalibaru village in the future.
Kata Kunci : optimalisasi, pelayanan publik, pelaksanaan e-KTP, dan Ketahanan Wilayah, Optimum, Public Service, e-KTP Implementation and Regional Resilience