Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK BALITA DI KABUPATEN PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH

Ni Kadek Nira, drg. Dibyo Pramono, SU, MDSc

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama tingginya angka mortalitas dan morbiditas pada anak usia balita. Beban penyakit ini sangat tinggi di wilayah Asia Tenggara. Indonesia adalah negara yang menduduki posisi ke-6 sebagai penyumbang insiden pneumonia terbanyak di seluruh dunia. Pneumonia adalah penyebab utama kematian bayi (23,80%) dan penyebab kedua kematian balita setelah diare (15,50%). Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan faktor risiko individu, lingkungan, dan sosial ekonomi pada anak balita di Kabupaten Purbalingga. Metode: penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain kasus kontrol. Subyek penelitian sebesar 210 orang, terdiri dari 105 kasus dan 105 kontrol. Lokasi dan waktu penelitian di 9 wilayah Puskesmas di Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan Bulan April-Juni 2013. Kasus adalah anak balita umur 2 bulan – 5 tahun yang didiagnosis pneumonia oleh dokter atau tenaga paramedis terlatih program standar P2 ISPA (MTBS). Kontrol anak balita umur 2 bulan – 5 tahun yang tidak didiagnosis pneumonia. Analisis dilakukan adalah analisis univariabel, bivariabel dengan uji McNemar dan analisis multivariabel dengan conditional regresi logistik dengan 95% confidence interval . Hasil: setelah dilakukan analisis multivariabel, hanya 5 variabel yang berhubungan dengan kejadian pneumonia balita yaitu tidak mendapatkan ASI eksklusif (OR=3,99, 95% CI=1,85-8,59), ventilasi rumah (OR=6,62, 95% CI=2,85-15,37), kepadatan hunian rumah (OR=2,74, 95% CI=1,23-6,12), kelembaban rumah (OR=3,13, 95% CI=1,38-7,10), dan keberadaan lubang asap dapur (OR=6,14, 95% CI=1,93-19,50). Ventilasi merupakan faktor risiko dominan terhadap kejadian pneumonia pada anak balita di Kabupaten Purbalingga. Kesimpulan: faktor individu (tidak mendapatkan ASI eksklusif) dan faktor lingkungan (kurangnya ventilasi rumah, kepadatan hunian, kelembaban rumah, dan keberadaan lubang asap dapur) merupakan faktor risiko kejadian pneumonia. Ventilasi rumah merupakan faktor risiko dominan terhadap kejadian pneumonia. Kegiatan promosi ASI eksklusif dan perbaikan kondisi lingkungan rumah (kepadatan hunian, ventilasi rumah, dan lubang asap dapur) dapat menurunkan risiko kejadian pneumonia balita.

Background: Pneumonia is the leading cause of mortality and morbidity in young children and burden of disease disproportionately high in South-East Asia Region. Pneumonia incidence in Indonesia is sixth rank in the world. Pneumonia were leading cause of infants mortality about 23,8% and among children, pneumonia contribute 15,5% of total mortality after diarrhea. Risk factors associated with pneumonia are: individual, environment, and social economic. Objective: to identify relationship between individual, environment, and social economic risk factors with pneumonia incidence among under five children in Purbalingga District. Method: this was an analytical and observational study using case control design. Subjects were 210 children aged 2-60 month which consists of 105 cases and 105 controls. This study conduct at 9 Public Health centers in Purbalingga District on April to June 2013. Cases were children with pneumonia diagnose by trained doctor or paramedic. Controls were children without diagnosed pneumonia who visited the same Public Health Centers as cases. Results from univariate, McNemar test was used to bivariate analysis and conditional logistic regression in multivariate analysis with 95% confidence interval. Result: in the multivariate analysis, not exclusively breastfed (OR=3.99, 95% CI=1.851-8.596), house humidity (OR=3.13, 95% CI=1.382-7.096), house ventilation (OR=6.62, 95% CI=2.847-15.369), overcrowding (OR=2.74, 95% CI=1.230-6.121) and without kitchen smoke hole (OR=6.14, 95% CI=1.932-19.497) had significant association to pneumonia incidence. Ventilation showed the highest risk for pneumonia among under five children in Purbalingga District. Conclusion: not exclusively breastfed, live in house with high humidity, lack of ventilation, overcrowding and without kitchen smoke hole as risk factors for pneumonia among under five children. Ventilation was dominant risk factor for developing pneumonia. Promote breastfeeding and improve house condition (improve house ventilation and make kitchen smoke hole) could lead to reduction of pneumonia under five children.

Kata Kunci : balita, pneumonia, Kabupaten Purbalingga, faktor risiko


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.