Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN DIAGNOSIS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2013

EDWIN SOVVAN ARITONANG, Dr. Ning Rintiswati, M.Kes

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang utama di dunia. Diperkirakan hampir 9 juta orang menderita TB di dunia setiap tahun dan sekitar 1,4 juta orang meninggal karena TB. Diagnosis dini dan pengobatan yang efektif merupakan elemen kunci dari program pengendalian TB. Keterlambatan diagnosis dapat meningkatkan penularan penyakit di masyarakat, meningkatkan keparahan penyakit, dan meningkatkan risiko kematian. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor berhubungan dengan keterlambatan diagnosis (diagnosis delay) pada penderita TB di Kabupaten Kebumen. Metode : Penelitian cross sectional study pada penderita TB paru baru yang didiagnosis pada bulan April sampai Juni 2013 di Kabupaten Kebumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner di pelayanan kesehatan pemerintah yang sudah melaksanakan program DOTS. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat kepercayaan (α) 95% . Hasil : Sebanyak 85 sampel penelitian yang terdiri dari 65 orang TB BTA positif dan 20 orang TB BTA negatif/rontgen positif. Median durasi keterlambatan pasien sebesar 3,9 minggu, keterlambatan pelayanan kesehatan sebesar 2,6 minggu dan keterlambatan diagnosis sebesar 7,6 minggu. Hasil analisis multivariabel menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan diagnosis yaitu jenis pelayanan kesehatan pertama kali dikunjungi Kebumen (p value = 0,002 dan OR = 6,87); tingkat pengetahuan tentang TB paru (p value = 0,002 dan OR = 6,41); tingkat pendidikan (p value = 0,024 dan OR = 5,68) dan jumlah kunjungan ke pelayanan kesehatan (p value = 0,021 dan OR = 3,87). Kesimpulan : Median durasi keterlambatan diagnosis pada penderita TB paru di Kabupaten Kebumen sebesar 7,6 minggu. Keterlambatan diagnosis berhubungan dengan tingkat pengetahuan tentang TB yang rendah, pelayanan kesehatan yang pertama kali dikunjungi adalah Non DOTS, tingkat pendidikan yang rendah dan jumlah kunjungan ke pelayanan kesehatan ≥ 3 kali.

Background : Tuberculosis is a major global health problem. Estimated that almost 9 million new cases in 2011 and 1.4 million died because TB. Early diagnosis and effective treatment are key elements of the TB control program. Diagnosis delay associated with a longer duration of infectiousness, increase the severity of the disease, causing complication heavier and even death. Objective: To determine the factors associated with diagnosis delay amongst tuberculosis patients in Kebumen District. Methods : A cross setional study among newly TB patients diagnosed in April to June 2013 in Kebumen. The data was collected using a questionnaire interview in government health care facility that already implement DOTS programs. Data were analyzed by logistic regression test with Confidence Interval (CI) 95%. Results : 85 pulmonary TB patients were studied consisting of 65 TB smear positive and 20 smear negative/ roentgen positive. The median duration of patient’s delay was 3,9 weeks; health service delay was 2,6 weeks; and diagnosis delay was 7,6 weeks. Multivariable analysis showed that factors associated with diagnosis delays is the type of health services was first visited (p value = 0.002 and OR = 6,87), level of knowledge about TB (p value = 0.002 and OR = 6,41), educational level (p value = 0.024 and OR = 5,68) and the number of visits to health service (p value = 0.021 and OR = 3,87). Conclusion : The median duration of diagnosis delay was 7,6 weeks. Diagnosis delay amongst TB patients in Kebumen Distict associated with type of health services was first visited is non-DOTS, low level of knowledge about TB, low levels of education and the number of visits to health service ≥ 3 times.

Kata Kunci : Keterlambatan diagnosis, penderita TB, Kabupaten Kebumen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.