STUDI KOMPARASI TINGKAT KESIAPSIAGAAN KOMUNITAS SEKOLAH SIAGA BENCANA DENGAN SEKOLAH NON SIAGA BENCANA DALAM MENGANTISIPASI ANCAMAN GEMPABUMI DAN TSUNAMI DI KECAMATAN KRETEK KABUPATEN BANTUL
ANIS SATUNA DHIROH, Dr. Dina Ruslanjari, M.Si
2014 | Tesis | S2 MAGISTER MANAJEMEN BENCANAProyek percontohan Sekolah Siaga Bencana (SSB) di SDN 2 Parangtritis dan SMAN 1 Kretek belum terbukti secara meyakinkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan komunitas sekolah dalam mengantisipasi ancaman gempabumi dan tsunami. Di sisi lain masih banyak sekolah-sekolah di Kecamatan Kretek yang rawan gempabumi dan tsunami menerapkan program SSB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan komunitas SSB serta komunitas non SSB, menganalisis ada tidaknya perbedaan diantara keduanya dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ada tidaknya perbedaan tingkat kesiapsiagaan komunitas SSB dan komunitas non SSB. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan campuran bertahap (mixed method sequensial). Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara mendalam kepada informan kunci, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan statistik beda rata-rata, yaitu analisis Independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan komunitas SSB dan komunitas Non SSB termasuk dalam kategori siap mengantisipasi ancaman gempabumi dan tsunami. Hasil uji statistik rata-rata kesiapsiagaan kedua komunitas menunjukkan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat kesiapsiagaan komunitas SSB dengan komunitas non SSB. Hal itu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal SSB. Faktor internal antara lain kepemimpinan kepala sekolah, kurangnya kapasitas guru, keterbatasan jumlah tenaga kependidikan yang mendukung kegiatan SSB dan kurangnya dukungan pendanaan dan keterlibatan Komite Sekolah dalam kegiatan SSB. Faktor eksternal antara lain kebijakan mutasi Kepala Sekolah yang intensif di SSB oleh UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kretek dan Kabupaten Bantul, minimnya dukungan pendanaan operasional SSB dari pemerintah, beban kurikulum yang terlalu berat, serta model pelaksanaan SSB yang belum menyertakan kegiatan pendampingan, sistem evaluasi terpadu dan pendanaan berkelanjutan oleh pihak ketiga fasilitator proyek percontohan SSB di Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul.
The pilot project of School Based Disaster Preparedness (SSB) in SDN 2 Parangtritis and SMAN 1 Kretek has not proven conclusively school communiti’s preparedness in anticipated the threat of earthquake and tsunami. At the other side there are a lot of school in Kretek District which has not implemented SSB program. The purposeses of this research are to analyze preparedness degrees of SSB communities and non SSB communities, analyze the differences between both and analyze factors which affecting the differences. This research is field research with mixed method sequensial approach. Collecting datas done with questionnaire, depthinterview with the key informan, observation and documentaion. While statistical analyze used statistic test of Independent T Test. The result showed that SSB communities and non SSB are included in category ready to anticipate the threat of earthquake and tsunami. The result of statistical test showed that there are no significant differences between the both communities. It was influenced by internal and external factors. The internal factors such as the leadership of the headmaster, lack capacity of the teachers, the limited number of workforce that support SSB activities and the lack of financial support and involvement School Committee in SSB activities. External factors such as the principal policy-intensive mutation in SSB by the Department of Education and Culture of Kretek District and Bantul Regency, the lack of operational financial support from government, the heavily of curriculum expense, the implementation of the SSB program which not included mentoring and evaluation activities, an integrated evaluation system and sustainable funding by the third part or facilitator pilot project SSB in the district of Kretek Bantul Regency.
Kata Kunci : Kesiapsiagaan komunitas, SSB, Non SSB, gempabumi, tsunami