SINERGI MASYARAKAT DENGAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM MITIGASI DAN KESIAPSIAGAAN GEMPABUMI DAN TSUNAMI DI KABUPATEN BANTUL
MOHAMAD MAMBAUS SUUD, Prof. Drs. Purwo Santoso, M.A, Ph.D
2014 | Tesis | S2 MAGISTER MANAJEMEN BENCANAPenanggulangan gempabumi dan tsunami di Desa Poncosari, Kabupaten Bantul harus menitikberatkan pada hubungan yang sinergis antara masyarakat dengan BPBD. Masyarakat bukan lagi menjadi partisipan dalam setiap agenda penanggulangan bencana. Agenda bukan lagi berporos pada pemerintah/BPBD. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis untuk menggalang dan mengembangkan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah yang berkualitas. Penelitian ini bersifat eksploratif, mengacu pada pengalaman dan praktek-praktek yang ada dalam masyarakat. Peneliti fokus untuk menemukan langkah-langkah agar masyarakat Poncosari dapat bersinergi dengan BPBD Kabupaten Bantul. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada informan kunci, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan sistim pengetahuan, cara kerja, acuan kerja, dan kepentingan BPBD tidak berjodoh dengan masyarakat. Meskipun dari masyarakat menunjukkan kemampuannya bekerjasama dan bersinergi dengan pihak luar (NGO). NGO rupanya mempunyai posisi yang strategis, kualitas sinergi antara NGO dengan masyarakat dan NGO dengan pemerintah sudah berkembang. Akibat adanya kerjasama, perilaku belajar inovatif, dan rasa saling percaya. Sinergi antara pemerintah dengan masyarakat dapat didahului oleh pihak eksternal, akan tetapi hal ini dapat menjebak para pelakunya pada situasi saling mengambil keuntungan (take advantage) utamanya pemerintah. Sembilan langkah yang dirumuskan dalam penelitian ini untuk menggalang sinergi yang berkualitas menjadi upaya mengoptimalkan peran semua pihak, dalam istilahnya disebut “pareto optimumâ€.
Mitigation of earthquake and tsunami in Poncosari village of Bantul Regency should focus on the synergistic relationship between the community and BPBD. Society are no longer be a participant in any disaster management agenda. Agenda are no longer pivot on government/BPBD. This study aims to formulate strategy to establish and develop quality synergies between community and government. This study is explorative, referring to the experience and practices in society. Researcher focus on finding ways for communities to work together with BPBD. Data was collected through in-depth interviews from key informants, observation, and documentation. The results show the system of knowledge, ways of working, reference work, and interests the BPBD not be paired with communities. Despite the fact that communities are able to cooperate and synergize with external parties (NGO). NGOs seem have a strategic position, the quality of the synergy between the NGO with communities and the NGO with the government has developed. As a result of cooperation, innovative learning behavior, and mutual trust. The synergy between the government and the public can be preceded by an external party, but it can trap the culprit in the situation of mutual to take advantage primary government. Nine steps are formulated in this study to raise synergies as an effort to optimize the role of all parties, the term is called \\"pareto optimum\\".
Kata Kunci : sinergi, masyarakat, BPBD, mitigasi, kesiapsiagaan