PERSEPSI MAHASISWA, ASISTEN DAN DOSEN TERHADAP PERAN PEER-ASSISTED LEARNING (PAL) DALAM MENSTIMULUS SKILLSACQUISITION DI SKILLS-LAB FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
Oktadoni Saputra, dr. Widyandana, MHPE, Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan KedokteranLatar Belakang. Pembelajaran dengan teman sebaya (Peer-Assisted Learning/ PAL) sudah sejak lama digunakan dalam pendidikan kedokteran. Training From Senior Student (TFSS) merupakan salah satu bentuk program PAL di Skills Lab FK UGM yang bertujuan untuk meningkatkan skills-acquisition mahasiswa. Namun sejak program ini dilaksanakan, belum pernah dilakukan evaluasi terhadap peran PAL dalam menstimulus skills-acquisition mahasiswa. Tujuan. Untuk mengetahui persepsi mahasiswa, asisten dan dosen terhadap peran TFSS dalam menstimulus skills-acquisition. Metode. Penelitian ini merupakan studi kualitatif. Data diambil melalui Focus Group Discussion (FGD) kepada 4 kelompok mahasiswa tahun ketiga dan wawancara mendalam kepada 6 orang dosen yang dipilih secara purposive sampling. Data hasil FGD dan wawancara kemudian dianalisis secara kualitatif dengan teknik deduktif konten analisis. Hasil. Tiga puluh enam orang responden mengikuti penelitian (30 mahasiswa S1, 6 dosen). Persepsi responden dilihat dari 3 aspek pembelajaran yaitu aspek kognitif-metakognitif, sosial-motivasional dan aspek latihan keterampilan. Secara umum, persepsi dari masing-masing responden terhadap aspek yang diteliti relatif sama. TFSS menambah pemahaman peserta dan asisten terhadap materi yang dipelajari, menciptakan interaksi sosial yang kondusif serta lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman. Proses penyelenggaraan latihan keterampilan dirasakan belum optimal. Berbagai kendala terjadi dalam pelaksanaan TFSS baik yang berasal dari peserta, asisten maupun kendala dalam pengorganisasian TFSS itu sendiri. Kesimpulan. TFSS memberikan manfaat yang positif pada aspek kognitifmetakognitif dan sosial-motivasional dalam proses pembelajaran namun belum mampu memberikan kesempatan berlatih yang optimal bagi peserta karena berbagai kendala yang dihadapi. Upaya perbaikan perlu dilakukan untuk meningkatan kualitas dan kuantitas latihan keterampilan mahasiswa dalam rangka skills-acquisition.
Background. Peer-Assisted Learning (PAL) has been widely used in medical education. Training From Senior Student (TFSS) is a PAL-scheme program in Skills-Lab FM GMU which one of its aim is to facilitate students to master their cinical skills. However, since the program was implemented, failure rate in OSCE is still high and this program has never been evaluated. Objectives. To explore students‟ and faculty staffs‟ opinion on the role of TFSS in the context of skills acquisition. Methods. This study used exploratory focus group discussion (FGD) of 4 groups of year 3 students (2 tutors and 2 tutees) and indepth interview to 6 faculty staffs which were chosen purposively. The data were then transcribed and analysed for themes using deductive content analysis. Results. Thirty-six respondents joined the study (30 medical students; 6 faculty staffs). The respondents‟ opinions were viewed from 3 aspects of learning, cognitive-metacognitive aspects, social-motivational aspects and organizational aspects. As a whole, the view of each respondent was not much different. TFSS enhanced cognitive, metacognitive, social and motivational aspects of both student tutors‟ and tutees‟ learning but it didn‟t provide the optimal opportunity for participants to practice the skills. Various related problems in organizing were found. Conclusions. TFSS provided positive benefits on cognitive-metacognitive and social-motivational aspects of clinical skills learning but not for the opportunity to practice the skills. Improvements need to be done to enhance the quality and quantity of skills training. Keywords :
Kata Kunci : Training From Senior Students, Peer-Assisted Learning, PAL, Skills Acquisition, Pembelajaran dengan teman sebaya, Training From Senior Students, Peer-Assisted Learning, PAL, Skills Acquisition, Peer Teaching