PERBEDAAN EKSPRESI RESEPTOR PROGESTERON PADA BERBAGAI USIA DAN JENIS KELAMIN PASIEN MENINGIOMA ORBITOKRANIAL JINAK
BETHARI KUNTI ABIANTI, dr. Agus Supartoto, Sp.M(K).
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang masalah: Meningioma merupakan tumor otak jinak yang tumbuh lambat. Etiologi meningioma kebanyakan masih belum diketahui, namun hormon terkait gender terutama reseptor progesteron (PR) diperkirakan berperan dalam tumor ini. PR pada meningioma berperan dalam prediksi dan progresi tumor. Peran PR pada meningioma jinak berdasarkan usia dan jenis kelamin belum jelas. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya perbedaan ekspresi PR pada berbagai usia dan jenis kelamin pasien meningioma jinak. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparasi yang dilakukan secara retrospektif dengan subjek berupa blok parafin yang berasal dari instalasi Patologi Anatomi RSUP Dr. Sardjito selama tahun 2011-2012. Sampel diperiksa menggunakan teknik imunohistokimia untuk mendeteksi ekspresi reseptor progesteron. Perbedaan rerata usia dengan ekspresi PR pada meningioma jinak dianalisis dengan Independen t test. Perbedaan jumlah jenis kelamin dengan ekspresi PR dianalisis dengan Fisher test. Hasil penelitian: Tidak ditemukan adanya perbedaan bermakna rerata usia dengan ekspresi PR, namun didapatkan perbedaan bermakna proporsi jenis kelamin dengan ekspresi PR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% meningioma mengekspresikan PR dengan proporsi pasien wanita (58,3%) lebih tinggi dibandingkan lakilaki. Kesimpulan: Pada penelitian ini, ekspresi PR tidak berbeda bermakna dengan usia tetapi berbeda bermakna dengan jenis kelamin pada meningioma jinak orbitokranial.
Background: Menignioma is a slow-growing benign brain tumors. The etiology of meningioma is still unknown, however gender-spesific hormones especially Progesterone Receptor (PR) is believed to have a role in the pathogenesis of this tumor. PR in meningioma influences tumor’s prediction and progression. The role of PR in benign meningioma based on age and gender is still unclear. Objective: This study aims to seek for differences between PR’s expression in meningioma with variation of age and gender. Methods: This study was a descriptive comparative study conducted retrospectively with the paraffin block of all meningioma patients from year 2011-2012 that were available at the Anatomical Pathology Laboratory Dr. Sardjito’s hospital as subject. The samples were sliced then examined by immunohistochemistry’s technic to detect progesterone receptors expression. The average age’s difference with PR expression in benign meningioma was analyzed with Independent t test. The different proportion of gender with PR’s expression was analyzed with Fisher test. Results: The study did not find any significant difference of average age and PR’s expression, however there were significant differences of gender proportion with PR’s expression. The study shows that 50% of meningiomas expressed progesterone reseptors with the proportion of female patients (58,3%) higher than male patients. Conclusion: In this study, there was no significant difference between PR’s expression and average ages but there was significant difference with gender in beningn orbitocranial meningiomas.
Kata Kunci : meningioma, reseptor progesteron, usia, jenis kelamin, imunohistokimia, Meningioma, progesterone receptor, age, gender, immunohistochemical.