EVALUASI KERUSAKAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN MUNA Studi Kasus Kecamatan Lohia Dan Kecamatan Bone
LAODE MUHAMAD GUNAWAN MUSAWARI, Dr. Eko Haryono,M.Si.
2014 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganKawasan karst merupakan salah satu bentangalam yang memiliki potensi dan fungsi ekologis dalam menjaga keseimbangan alam dan keberadaan manusia yang menempatinya. Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan peningkatan intensitas pemanfaatan sumberdaya alam. Kawasan karst yang menyediakan sumberdaya alam bagi pemenuhan kebutuhan manusia akan mengalami kerusakan apabila pemanfaatannya semakin tinggi. Tinggi rendahnya tingkat kerusakan kawasan karst baik daerah yang padat penduduknya maupun yang tidak padat dapat diketahui melalui evaluasi kerusakan kawasan karst. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengkaji Karakteristik kawasan karst di Kecamatan Lohia dan Kecamatan Bone; 2). Menganalisis tingkat kerusakan kawasan karst di Kecamatan Lohia dan Kecamatan Bone; dan 3). Menganalisis penyebab kerusakan kawasan karst di Kecamatan Lohia dan Kecamatan Bone. Metode penelitian yang digunakan dalam evaluasi kerusakan kawasan karst di Kabupaten Muna adalah metode survei, wawancara dan skoring terhadap parameter penentu kerusakan kawasan karst. Parameter tersebut meliputi luas tutupan vegetasi dan luas singkapan batuan yang diperoleh dari data Citra SPOT 4, fluktuasi debit mataair, kualitas air mataair, dan kondisi biodiversitasn gua yang diketahui dari data lapangan dan wawancara. Hasil analisis data Citra SPOT 4, data lapangan dan skoring terhadap parameter penentu kerusakan menunjukkan bahwa Kecamatan Lohia dan Kecamatan Bone mencirikan perkembangan karst tropis dan bentuk topografi kawasan karst di Kecamatan Lohia mencirikan karakteristik karst fase muda dan dewasa, sedangkan kawasan karst Kecamatan Bone mencirikan karakteristik karst fase dewasa dan fase tua. Berdasarkan kriteria parameter penentu kerusakan kawasan karst, Kecamatan Lohia tergolong rusak ringan yang dibuktikan dengan nilai skoring sebesar 17 yang terdiri atas nilai 3 (tiga) untuk luasan tutupan vegetasi, 1 (satu) untuk kondisi singkapan batuan, 5 (lima) untuk kualitas air mataair. 5 (lima) untuk kuantitas air mataair dan 3 (tiga) untuk kondisi biodiversitas gua, sedangkan Kecamatan Bone tergolong baik dengan nilai skoring sebesar yang terdiri atas 5 (lima) untuk nilai luas tutupan vegetasi, 5 (lima) untuk nilai kondisi singkapan batuan, 5 (lima) untuk nilai kualitas air mataair, 5 (lima) untuk nilai kuantitas air mataair dan 5 (lima) untuk nilai kondisi biodiversitas gua. Kerusakan kawasan karst Kecamatan Lohia disebabkan oleh aktifitas penambangan batugamping, pengambilan stalagtit dan stalagmit gua, dan sistem perladangan berpindah-pindah, sedangkan Kecamatan Bone disebabkan oleh sistem perladangan berpindah-pindah.
Karst area is one of landscapes that have potency and ecological functions in maintaining the balance of nature and human existence who live in it. The growth of population results the increase of intensity in natural resources utilization. Karst area that provides natural resources for the fulfillment of human needs will be damaged if its utilization is highest. High or low levels of damage to karst area both in densely populated area or not can be known through evaluation of damage to karst area. This research is aimed to 1). Study characteristic of damage to karst area in sub-district of Lohia and Bone. 2). Analyze the cause of damage to karst area in sub-district of Lohia and Bone. The method of research used in evaluation of damage to karst area in Muna Regency is method of surveys, interviews and scoring towards determining parameters of damage to karst area. These parameters include the extent of vegetation cover and rock outcrop obtained from data of Citra SPOT 4, fluctuation of spring debit, quality of spring water, and condition of cave biodiversity known from field data and interviews. The results of data analysis in Citra SPOT 4, field and scoring data on determining parameters of damage indicate that Sub-district of Lohia and Bone characterize the development of tropical and shape of topography to karst area in Sub-district of Lohia is transition karst, while Sub-district of Bone characterizes merokarst characteristics. Based on the criteria of parameters in determining damage to karst area, Sub-district of Lohia is classified in minor damage proved by a scoring value of 17 consisted of the value of 3 (three) to the extent of vegetation cover, 1 (one) to condition of rock outcrop, 5 (five) to quality of spring water, 5 (five) to quantity of spring water and 5 (five) to value of condition in cave biodiversity. The damage of karst area in Lohia is caused by the activity of limestone mining, taking from the stalactite and stalagmite of cave, and migratory farming systems while in Bone it is caused by migratory farming systems also.
Kata Kunci : kawasan karst, karakteristik, parameter kerusakan kawasan karst, evaluasi kerusakan kawasan karst