Laporkan Masalah

NILAI ETIKA DAN NILAI RELIGI SENIPERTUNJUKAN TAYUB DI MASYARAKAT SAMIN KABUPATEN BLORA

FARISA AFIP WIRYATMO, Prof. Dr. R.M Soedarsono

2014 | Tesis | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Masyarakat Samin merupakan bagian dari masyarakat di Kabupaten Blora. Sama halnya masyarakat Blora pada umumnya, masyarakat Samin memiliki tradisi yang sama yaitu melibatkan seni pertunjukan tayub dalam kehidupannya. Kebiasaan masyarakat Samin yang tidak menyukai hal-hal yang bersifat keramaian (hiburan) tetapi menggunakan tayub sebagai sarana upacara ritual tegas desa merupakan alasan yang membuat penelitian ini sangat penting untuk dilakukan, yaitu untuk mengetahui 1). Bagaimana bentuk nilai etika pertunjukan tayub di masyarakat Samin Kabupaten Blora, dan 2),Bagaimana bentuk nilai religi pada seni pertunjukan tayub di masyarakat Samin Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggali berbagai data lapangan. Perolehan data lapangan itu kemudian diolah dan dituliskan dengan metode deskriptif analisis dengan pendekatan etnokoreologi. Obyek penelitian adalah seluruh masyarakat Samin yang tinggal di Kabupaten Blora yang tersebar di beberapa daerah meliputi: desa Ploso kediren, Klopoduwur, Tanduran Kecamatan Kedungtuban, dan desa Bapangan Menden. Pertunjukan tayub diselenggarakan tidak lebih merupakan ekspresi masyarakat Samin terhadap kepercayaan sosok seorang joged sebagai titisan dewa yang dikirim ke bumi.Usaha penyatuan alam semesta dengan diri masyarakat Samin dapat diwujudkan melalui beberapa ritual diantaranya mengadakan sedekah desa yang terdiri dari ritual resik luwur, ritual ater-ater, ritual slametan, ritual rayahan, kemudian mengakhiri laku ritualnya itu dengan mengadakan pesembahan kepada leluhur atau danyang penunggu desa mereka melalui pertunjukan Tayub. Nilai etikasosial yang terkandung didalam seni pertunjukan Tayub di komunitas Samin dapat dijumpai pada sikap dan perilaku berkesian, bermasyarakat, serta bekeyakinan. Nilai religi pada pertunjukan tayub ini diwujudkan dalam bentuk aktivitas laku magic-simpatetik, pemilihan hari dilaksanakannya upacara, pemilihan jajan pasar sebagai sesaji, madya dan maithuna, serta penentuan jumlah joged.Laku ritual dan laku mistis lainnya yang dilakukan oleh masyarakat Samin merupakan representasi dari upaya mereka untuk mendapatkan kepuasan batin akan usahanya menyeimbangkan alam semesta dengan isinya.

Samin society is part of societies in Blora Regency. Similar to other common Blora societies‟ tradition, Samin society has the same tradition to engage tayub performance art in their lives. Samin society habit, which does not like festive things (entertainment), uses tayub as a device of tegas desa ritual ceremony has made a reason why this research is important to do. It was to investigate 1) how the form of ethical value of tayub performance of Samin society in Blora regency was, and 2) how the form of religious value of tayub performance of Samin society in Blora regency was. This research used qualitative method to explore all field data. The data collection was processed and written using descriptive analysis method applying ethnochoreology approach. Object of this research was all Samin society living in Blora Regency spread to some areas including: Ploso Kediren village, Klopoduwur village, Tanduran village Kedungtuban sub-district, and Bapangan Menden village. Tayub performance was held to give place for expression of Samin society towards a belief of a joged figure as reincarnation of god sent to the earth. An attempt to assemble universe and the self of Samin society could be materialized through some rituals such as holding village alms containing resik luwur ritual, ater-ater ritual, slametan ritual, and rayahan ritual. These offerings later ended their ritual deeds by holding ancestors or their village danyang watchperson offerings through Tayub performance. Social ethical value containing on Tayub performance art in Samin community could be seen on the attitude and behavior on performing the art and implementing the belief. Religious value in this Tayub performance was realized on a form of magical sympathetic deed activity, the day election of holding ceremony, selection of feast as offerings, madya and maithuna, deciding a number of joged(s).Ritual and other mystical deeds done by Samin society was a representation of their efforts to get inner satisfaction of their attempts to balance the universe and its contents.

Kata Kunci : nilai etis, nilai religi, seni pertunjukan tayub, masyarakat Samin Kabupaten Blora


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.