Laporkan Masalah

FAKTOR – FAKTOR DOMINAN PEMBENTUK TINGKAT VISUAL APPROPRIATENESS FASADE BANGUNAN PADA KORIDOR KOMERSIAL JALAN SAGAN – JALAN PROF. DR. IR. HERMAN YOHANES

Octavianus Henry Set, DR. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng.

2014 | Tesis | S2 Desain Kawasan Binaan

Pesatnya kegiatan komersial yang terjadi pada Koridor Jalan Sagan – Jalan Prof. DR. Ir. Herman Yohanes, telah menimbulkan berbagai perubahan karakter pada ruang kota khususnya pada penampilan visual bangunan dikedua sisi jalan. Tuntutan komersial, efisiensi, serta kebutuhan ekonomi mendesak adanya perubahan fungsi bangunan yang berdampak pada perubahan karakter kawasan. Pada akhirnya, ekspresi dari masing – masing bangunan tersebut akan terbentuk sesuai dengan fungsi dan cara masing – masing bangunan untuk menarik perhatian pengunjung. Dengan melihat fenomena yang ada, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keselarasan visual tata fasade bangunan disepanjang Koridor Jalan Sagan – Jalan Prof. DR. Ir. Herman Yohanes dan faktor – faktor dominan yang membentuknya sehingga hasilnya diharapkan dapat membantu merumuskan arahan bagi pengembangan dimasa yang akan datang. Penelitian ini merupakan studi tentang tata fasade bangunan disepanjang Koridor Jalan Sagan – Jalan Prof. DR. Ir. Herman Yohanes dengan menggunakan pendekatan rasionalistik kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori keselarasan visual menurut Bentley., et al., (1985) dalam bukunya Responsive Environments – A Manual for Designer sebagai teori utama. Analisis akan difokuskan pada contextual cues yang berkaitan dengan tata fasade bangunan secara fisik yang terbagi atas dua bagian, yaitu: elemen – elemen pembentuk fasade bangunan dan hubungan yang tercipta diantara elemen pembentuk fasade. Teknik analisis menggunakan metode grafis berupa gambar dan diawali dengan mendeskripsikan data mengenai elemen – elemen pembentuk fasade bangunan yang terdiri atas: wall material (tesktur, warna, penanda) dan bukaan (pintu – jendela) bangunan dengan data hubungan yang tercipta diantara elemen pembentuk fasade bangunan yang terdiri atas: vertical rhythms; horizontal rhythms; dan skylines. Dengan mengkorelasikan kedua data dapat diketahui tingkat keselarasan visual yang terbentuk berdasarkan kesatuan, kemenerusan, kesamaan, dan dominasi obyek visual amatan. Berdasarkan hasil analisis data yang didapat, tingkat keselarasan visual pada tata fasade bangunan disepanjang Koridor Jalan Sagan – Jalan Prof. DR. Ir. Herman Yohanes berada pada level medium. Sementara itu, hasil dari penelitian ini juga memberikan gambaran mengenai faktor – faktor dominan yang membentuk tingkat keselarasan visual pada tata fasade bangunan disepanjang Koridor Jalan Sagan – Jalan Prof. DR. Ir. Herman Yohanes terdiri atas tekstur bangunan; penanda bangunan; dan bukaan (pintu – jendela) bangunan.

Commercial activity grows fast in Jalan Sagan – Jalan Prof. DR. Ir. Herman Yohanes corridor, created various changes on the character of the city space especially on the visual performance of the buildings on both side of the street. The demand of the commercial, efficiency, and need for economic changes the function of buildings that have an impact on character changes of the area. In the end, expression from each building brought formed by their function and way to attract visitor attention. By looking at the phenomenon exists, this study aimed to determine the visual appropriateness level of the building façade layout along Jalan Sagan – Jalan Prof. DR. Ir. Herman Yohanes corridor and the dominant factors its formed so that the results which are expected to help formulating a direction for future development. This research is a specific study about the buildings façade layout along Jalan Sagan – Jalan Prof. DR. Ir. Herman Yohanes corridor through the rationalistic qualitative approach. This research uses visual appropriateness theories by Bentley., et al., (1985) in his book Responsive Environments – A Manual for Designer as main theories. Analysis was focused in contextual cues related to buildings façade layout in physical context divided on two parts, such as: buildings façade elements and relationhips between buildings façade elements. Analysis is done by using graphic method and started with data describing about building façade elements that consist of wall material (texture, color, signage) and doors – windows with relationships between building façade elements that consist of vertical rhythms; horizontal rhythms; and skylines. And then, with correlating two data to know visual appropriateness level was formed based on unity, continuity, similarity, and object visual dominancy. Based on the analysis of data obtained, visual appropriateness level of the building façade layout along Jalan Sagan – Jalan Prof. DR. Ir. Herman Yohanes corridor present in medium level. Meanwhile, result of this study also gives an overview about dominant factors its formed a visual appropriateness level on the building façade layout along Jalan Sagan – Jalan Prof. DR. Ir. Herman Yohanes corridor consist of buildings texture; buildings signage; and doors – windows.

Kata Kunci : fasade bangunan, keselarasan visual


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.