PEMILIHAN LOKASI PENGEMBANGAN PERMUKIMAN SEBAGAI UPAYA ADAPTASI TERHADAP BANJIR PASANG DAN PERUBAHAN GARIS PANTAI (Kasus Wilayah Pesisir Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak)
ACHMAD ANDI RIFAN, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.
2014 | Tesis | S2 GeografiBanjir pasang dan perubahan garis pantai yang terjadi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak merupakan sebuah ancaman serius bagi kawasan pesisir karena menyebabkan kerusakan pada permukiman, fasilitas umum, serta penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. mengidentifikasi sebaran genangan banjir pasang; 2. mengidentifikasi perubahan garis pantai; 3. mengkaji dampak yang ditimbulkan banjir pasang dan perubahan garis pantai terhadap permukiman dan fasilitas umum; 4. memilih lokasi untuk pengembangan permukiman sebagai upaya adaptasi. Metode analisis dalam penelitian ini meliputi analisis DEM (Digital Elevetion Model); analisis pemodelan wilayah yang terdampak banjir pasang dengan menggunakan skenario terendah, sedang, dan tertinggi; intrepretasi penggunaan lahan; analisis permukiman dan fasilitas umum yang terkena dampak, dan analisis pemilihan pengembangan lokasi permukiman yaitu dengan melakukan scoring dan pembobotan. Berdasarkan hasil pemodelan, luas genangan dengan skenario ketinggian terendah adalah 0,28 km2, luas genangan dengan skenario ketinggian sedang adalah 2 km2, dan luas genangan dengan skenario ketinggian tertinggi adalah 14,95 km2. Perubahan rata-rata garis pantai di pesisir Desa Sriwulan 2,46 km, Desa Bedono adalah 1,5 km, Desa Timbulsloko adalah sebesar 0,82 km, Desa Surodadi 0,26 km. Banjir pasang dan perubahan garis pantai telah menyebabkan kerusakan pada permukiman, mangrove, tambak, jalan, drainase, dan fasilitas umum di Kecamatan Sayung. Berdasarkan hasil penilaian pemilihan lokasi permukiman, lokasi yang menjadi prioritas utama pengembangan permukiman adalah Desa Jetaksari, Desa Dombo, Desa Bulusari, Desa Prampelan, Desa Karangasem, Desa Kalisari, Desa Sayung, Desa Tambakroto, Desa Pilangsari, dan Desa Loireng
Tidal flood and shoreline change occurred in Sayung District, Demak Regency are serious threats for coastal area because they have caused damages on settlement, public facilities and landuse. The objectives of this research are: 1. to identify the spread of tidal flood, 2. to identify the shoreline change, 3. to identify the impacts caused by tidal flood and shoreline change, 4. to choose the suitable location for settlement development as an adaptation effort. Analysis methods used on this research are: DEM (Digital Elevetion Model) analysis; modeling analysis of area flooded by tidal flood using the scenarios of: minimum, medium, and maximum; landuse interpretation, analysis of settlement and public facilities impacted by tidal flood and shoreline change, and assessment of area suitable for settlement development using scoring analysis. Based on the modeling result, area flooded using minimum scenario is 0,28 km2, area flooded using medium scenario is 2 km2, and area flooded using maximum scenario is 14,95 km2. The shoreline change average on coastal area of Sriwulan is 2,46 km, coastal area of Bedono is 1,5 km, coastal area of Timbulsloko is 0,82 km, and coastal area of Surodadi is 0,26 km. Tidal flood and shoreline change have caused damages on settlements, mangroves, ponds, road, drainage, and public facilities in Sayung District. Based on the result of settlement location assessment, the locations prioritized for settlement development are Jetaksari Village, Dombo Village, Bulusari Village, Prampelan Village, Karangasem Village, Kalisari Village, Sayung Village, Tambakroto Village, Pilangsari Village, and Loireng Village.
Kata Kunci : Wilayah kepesisiran, banjir pasang, perubahan garis pantai, Wilayah Terdampak, Permukiman, Penilaian