PENGEMBANGAN TORTILA BERKALSIUM SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DIET CASEIN FREE-GLUTEN FREE DENGAN METODE VALUE ENGINEERING UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL
JEREMY YONATHAN S., Ir. Ag. Suryandono, M.App.Sc
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANDengan jumlah penyandang autis yang terus meningkat setiap tahunnya maka produk tortila tinggi kalsium sangat potensial dikembangkan sebagai alternatif pangan untuk diet CFGF (casein free, gluten free) karena tortila bersifat bebas kasein dan kandungan kalsiumnya bisa membantu menggantikan kalsium dari susu sapi. Metode pengembangan produk ini adalah value engineering yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap informasi, tahap kreativitas dan tahap analisa. Dari tahap informasi diketahui bahwa atribut tortila tinggi kalsium yang penting adalah kerenyahan, rasa, aroma, bahan kemasan, warna, bentuk kemasan, ukuran kemasan, bentuk kepingan dan ukuran kepingan keripik. Dari tahap kreativitas dirancang 2 konsep komposisi bahan, 4 konsep bentuk dan ukuran kepingan keripik serta 6 konsep kemasan produk. Penelitian juga dilengkapi dengan analisa kelayakan finansial untuk skala industri kecil meliputi net present value, payback period dan break even point. Dari penelitian ini diperoleh konsep produk terbaik adalah konsep dengan komposisi bahan berupa rasio tepung jagung : tapioka sebesar 60:40 dan garam 3 g per 200 g adonan keripik dan tambahan 7 g tepung tulang rawan ayam pedaging. Konsep produk ini juga didesain dengan kemasan gusset ukuran besar, serta bentuk kepingan berupa seigitiga ukuran 3 cm x 3 cm. Konsep ini layak secara finansial untuk diproduksi dalam skala industri kecil.
-
Kata Kunci : tortila, fortifikasi kalsium, value engineering, casein free gluten free, autisme