EVALUASI DAN ANALISIS PERUNTUKAN LAHAN HUTAN KOTA MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA MAGELANG
ABDUL MANAN, Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc
2014 | Skripsi | MANAJEMEN HUTANPermasalahan lingkungan perkotaan yang terjadi dewasa ini semakin kompleks, terutama penurunan kualitas lingkungan akibat berkurangnya ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan seperti hutan kota. Hutan kota merupakan salah satu dari ruang terbuka hijau yang ada di perkotaan, yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat polusi udara dan dapat digunakan sebagai tempat rekreasi. PP No. 63 Tahun 2002 menyebutkan bahwa persentase luas hutan kota paling sedikit 10% (sepuluh per seratus) dari wilayah perkotaan. Citra Landsat 8 dan SIG dapat membantu mencari lahan yang potensial dan didapatkan luasan untuk pengembangan hutan kota sehingga luas hutan kota menjadi 10% dari luas kota tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui luas dan persebaran hutan kota di Kota Magelang. Apakah sudah sesuai dengan PP No. 63 Tahun 2002 jika belum sesuai maka dilakukan analisis peruntukan lahan hutan kota agar luas hutan kota menjadi 10% dari luas Kota Magelang. Metode dasar penelititan ini menggunakan metode survei dengan pendekatan penginderaan jauh. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data dari lokasi penelitian dengan menggunakan instrumen. Instrumen tersebut adalah citra satelit penginderaan jauh Landsat 8. Analisis data spasial menggunakan software ArcGIS. Penampakan hutan kota pada citra Landsat 8 merupakan area dengan jumlah lebih dari 11 piksel berukuran 15m x 15m yang saling berhubungan. Dari hasil interpretasi didapatkan total kumpulan pohon sebesar 189,10 ha. Di Kecamatan Magelang Utara terdapat 41,47 ha, Magelang Tengah 34,69 dan Magelang Selatan sebesar 112,94 ha. Kumpulan pohon yang ditunjuk sebagai hutan kota adalah pada kawasan Bukit Tidar. Lahan lainnya dapat dijadikan lahan potensial untuk pengembangan hutan kota. Terdapat tiga kategori prioritas pengembangan hutan kota. Total pengembangan hutan prioritas utama sebesar 27,38 ha atau 1,47%, prioritas kedua 151,14 ha atau 8,13% dan prioritas ketiga sebesar 44,31 ha atau 2,38% dari luas Kota Magelang.
An urban environmental problems which occurred these day becoming more complex, especially environment degradation due to the reducing of green open spaces in urban areas such as urban forest. Urban forest is one of the green open spaces in urban area which can be used for reducing air pollution level and also used for recreation area. According to PP No. 63 year 2002 the spacious percentage of urban forest is 10% in minimum compare to total urban area. Citra Landsat 8 and GIS can help to find an available potential land area and obtain for the development of urban forest, so urban forest can be develop into 10% of the total urban area. The purpose of this study is to identify the large and determine the distribution of urban forest in Magelang city. Whether it is in accordance with PP No. 63 Year 2002 or not, and if it was not, then the analysis on urban forest land use to achieve 10% large of the total urban area in Magelang is needed. The basic method of this study was a survey method with remote sensing approach. This method was used to get the data from research location with the instrument. These instrument was satellite remote sensing Landsat 8 and the spatial data analysis using ArcGIS software. The image of urban forest on Landsat 8 imagery was the area with more than 11 pixels on 15 x 15 meter size which connected each other. Interpretation result showed the total collection trees were 189.10 ha. There were 41.47 Ha in North Magelang district and 112.94 Ha in South Magelang district. Collection trees showed as urban forest was on Tidar hill. Other land can be used to develop as potential urban forest. There were three priority categories on developing urban forest, main priority 27.38 Ha or 1.47%, second priority 151.14 Ha or 8.13% and third priority 44.31 Ha or 2.38% from the total area of Magelang city.
Kata Kunci : hutan kota, Landsat 8, Kota Magelang