Laporkan Masalah

ABURIZAL BAKRIE: DOMINASI IKLAN POLITIK & PERILAKU PEMILIH PEMULA DI KOTA YOGYAKARTA

Ardian Bakhtiar Rivai, Dra. Ratnawati, SU

2014 | Tesis | S2 Politik dan Pemerintahan

Studi ini menjelaskan tentang pengaruh iklan politik di media televisi terhadap persepsi politik pemilih pemula di Kota Yogyakarta. Teori yang tersedia saat ini menyajikan dua pendekatan, yaitu pendekatan pluralisme yang menganggap media sebagai ruang objektif yang bebas kepentingan, dan pendekatan dominasi yang menganggap media sebagai alat kepentingan politik kelompok tertentu. Kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini tampaknya sangat relevan dijelaskan dengan pendekatan dominasi media, dimana banyak bermunculan kandidat politik yang berlatar belakang dari pengusaha media. Argumentasi dalam studi ini menjelaskan bahwa media massa merupakan alat bagi kelas kapitalis yang juga sekaligus kandidat politik untuk mempengaruhi persepsi pemilih pemula. Sehingga, hanya kandidat atau partai politik yang didukung oleh keuangan yang kuat yang mampu bersaing memenangkan persepsi politik pemilih pemula. Argumen tersebut bisa dibuktikan dengan mengukur bagaimana pengaruh media (iklan politik) yang dikuasai oleh kandidat politik terhadap persepsi pemilih. Aspek kebaruan dari argumen tersebut yaitu fokus kajian yang lebih spesifik kepada segmen pemilih pemula. Studi ini menggunakan rancangan penelitian survei kuantitatif untuk pemilih pemula di Kota Yogyakarta. Sampel penelitian ini yaitu siswa-siswi kelas XII SMA negeri dan swasta di Kota Yogyakarta. Jumlah sampel yang sudah dijangkau sebanyak 350 orang dengan taraf kesalahan 5%. Responden dipilih dengan teknik cluster random sampling yang mewakili 10 kecamatan di Kota Yogyakarta. Hasil survei penelitian menemukan bahwa iklan politik Aburizal Bakrie sangat gencar dilakukan melalui media televisi. Indikator yang digunakan untuk mengukurnya yaitu, televisi sebagai sumber informasi utama, rutinitas menonton televisi, personalisasi dan dimensi emosional tentang sosok kandidat Aburizal Bakrie di dalam iklan politik yang ditayangkan. Sedangkan untuk mengukur persepsi pemilih pemula, indikator yang digunakan yaitu penilaian tentang popularitas, penampilan umum, kepribadian, dan penilaian tingkat penerimaan sosok Aburizal Bakrie oleh pemilih pemula di Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil uji statistik regresi linier, ditemukan bahwa bahwa gencarnya iklan politik yang dilakukan oleh Aburizal Bakrie memberikan pengaruh yang signifikan terhadap persepsi pemilih pemula di Kota Yogyakarta. Kesimpulan dari studi ini, Pertama, bahwa Aburizal Bakrie sebagai kapitalis media televisi sangat mendominasi persepsi politik pemilih pemula. Kedua, memahami TV One sebagai media politik Aburizal Bakrie yang sangat mendominasi persepsi politik pemilih pemula di Kota Yogyakarta.

This study explains the influence of political advertisement on the political perception of first-time votersin Yogyakarta. Currently available theory takes two approaches: pluralistic approach that considers media having objectivity and no interest, and domination approach that thinks media is a political tool for certain group. Condition in Indonesia today in which many media entrepreneurs emerge as political candidates is obviously relevant to the media domination approach. The argumentation of this study is that mass media is an instrument for capitalist as also political candidate to influence first-time voters’ perception. Only the candidate or party with strong financial backing can compete to win the perception. It can be proved by measuring the influence of media (political advertisement) held by candidate to the perception of first-time voters, and new aspect of the argumentation is to focus the study on the voters. This study uses quantitative method using surveys of first-time voters in Yogyakarta. 350 third-year students of private and public senior high schools in Yogyakarta become samples with a margin of error of 5%. Cluster random sampling is used to select respondents representing 10 sub districts in Yogyakarta. The survey results show that political advertisements of Aburizal Bakrie are frequently showed on television. Indicators for measuring are television as the main information source, television watching routine, and personalization and emotional dimension about Aburizal Bakrie in the advertisement; indicator for measuring first-time voters’perception is appraisal of popularity, performance, personality, and acceptance of Aburizal Bakrie. The results of linear regression find that Aburizal Bakrie’s frequently political advertisements have significant influence on first-time voters’ perception. Conclusion reached in this study is that Aburizal Bakrie as a capitalist of television media and TV One as political media of Aburizal Bakrie largely dominate the political perceptionof first-time voters in Yogyakarta.

Kata Kunci : Aburizal Bakrie, Iklan Politik, Persepsi, Pemilih Pemula.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.