Laporkan Masalah

TRANSFORMASI DAN STRATEGI KLAN BISNIS MENUJU PEMBENTUKAN KLAN POLITIK DALAM POLITIK LOKAL (Studi Tentang Klan Bisnis “Dewi Sri” di Barat Pantura Jawa Tengah)

YUNAS DERTA LULUARDI, Hasrul Hanif, MA.

2014 | Tesis | S2 Politik dan Pemerintahan

Tulisan ini membahas fenomena klan bisnis “Dewi Sri” dalam politik lokal sebagai embrio menuju klan politik di daerah Pantura Jawa Tengah bagian barat yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang. Maraknya kepala daerah yang masih dalam satu klan berasal dari politikus dan pebisnis sehingga patologi demokrasi di tingkat lokal. Klan bisnis dapat melahirkan kepala daerah, yang disinyalir hanya sebagai ajang untuk merubah jabatan politik seperti organisasi keluarga. Tujuan penelitian mengungkap strategi‐strategi yang digunakan klan bisnis agar mampu masuk dalam jabatan politik. Namun karena fenomena ini cukup luas maka penelitian ini diambil kasus kemunculan klan bisnis. Penelitian kualitatif ini digunakan untuk melacak sumber daya yang dimiliki klan bisnis dengan cara mengobservasi organisasi informal klan baik perusahaan maupun jejaring. Melalui dekripsi hasil wawancara secara mendalam terhadap klan, pendukung klan dan kelompok penekan klan maka strategi mereka dalam membangun kekuasaan akan terungkap. Dua pokok strategi klan bisnis temuan yang diuraikan dalam tulisan ini dalam mencapai kursi jabatan politik. Pertama, memperluas material sumber daya ekonomi menjadikan 4 sumber daya potensial untuk bekerja di ranah politik. Mengakumulasikan sumber daya ekonomi dari bisnis yang rintis oleh klan kemudian mempromosikan sumberdaya personal. Menciptakan budaya trah kebangsawan klan dengan cara atavisme geneologis klan. Pengelolaan sumber daya keahlian dalam mengakses informasi yang lengkap dan mengatur organisasi informal klan untuk mencari anggota klan yang potensial. Temuan kedua yang menjadi aktualisasi material sumber daya di atas, dengan merebut dukungan politik dan dukungan jejaring ekonomi. Ketika merebut struktur peluang politik, mereka menggunakan partai politik sebagai kendaraan untuk masuk dari sektor klan informal menuju legal formal. Ada keuntungan yang didapat setelah melamar untuk mendapatkan rekomendasi DPP dan memperluas dukungan masyarakat akar rumput untuk menjadi kepala daerah. Anggota klan dapat membudidayakan anggota‐anggota lainnya ikut berkecimpung di dunia politik. Setelah menguasai dukungan politik maka dukungan ekonomi sebagai basis massa informal seperti jejaring bisnis Rice Mill, paguyuban petani dan jejaring bisnis transportasi. Strategi di atas dapat berjalan sukses karena struktur peluang desentralisasi yang memberikan kesempatan bagi klan di daerah. Kemudian, minimnya dominasi klan lainnya sehingga meminimalisir kompetisi akibat tidak adanya rivalitas antar klan.

This paper discusses the phenomenon of business clan \\" Dewi Sri \\" in regional politics as the embryo toward political clan in the North‐western part of Central Java: Brebes Regency, Tegal Regency, Tegal City and Pemalang Regency. Most of regional heads come from the same clan in which politicians and businessmen take part so that it become pathology of regional democracy. Businesses clan produces regional head who is estimateds as an apportunity to transform political position into family organization. The purpose of this study was to reveal the strategies used by business clan in order to achieve political position. However, since this phenomenon is quite extensive, this study was focused on the emergence of business clan. In this study, qualitative method was used to track the resources of business clan by observing informal clan organization including its profile and network. Description of the in‐depth interviews on clan, clan support and pressure groups allowed to uncover their strategy to build power. Two principal strategies of business clans to achieve political position has been found in this paper. Firstly, expanding the economic resource to make 4 potential resources to work in the political domain: (1) Accumulating the economic resources of the business initiated by the clan then promote personal resource; (2) Creating a royal family clan with clan geneologis atavism way; (3) Managing the expertise resource in order to access the complete information and (4) running informal clan organizations to look for potential clan members. Secondly, using these resource materials to win political support and economic networks. When seizing the political opportunity structure, they use political parties as vehicles in order to enter the formal legal from the informal clan sector. There is a benefit after asking for a recommendation from DPP and expand grassroots support for the regional head election. Clan members can educate other members how to act in political domain. After mastering the political support, the economy support as an informal mass base including business network of Rice Mill, agricultural comunity and transport business network. Two strategies above can be run successfully as a result of decentralization structure that provides an opportunity for the clan in regional area. Then, the lack of dominance of other clans minimize competition due to the absence of inter‐clan rivalry .

Kata Kunci : Klan, Bisnis, Politik Lokal, dan Transformasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.