Laporkan Masalah

SIMULASI OPERASI WADUK LAMONG UNTUK KEPENTINGAN AIR BAKU DAN IRIGASI

Andi Sulistiono, Ir. Adam Pamudji Rahardjo, M.Sc.,Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamong berada di wilayah Kabupaten Lamongan dan Mojokerto untuk bagian hulu, Kabupaten Gresik dan Kodya Surabaya untuk bagian hilir. Luas DAS Lamong ± 720 km2 dengan panjang alur sungai utama ± 103 km. Keadaan hidrologi DAS Lamong dalam keadaan kritis, akibatnya, sebagian besar wilayah DAS Lamong yang berada di wilayah Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya, setiap tahun menderita banjir akibat luapan Kali Lamong. Sebaliknya di daerah hulunya di Kabupaten Lamongan selalu kekurangan air pada musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji kemampuan Waduk Lamong yang direncanakan untuk melayani kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat sesuai perencanaan pembangunan Waduk Lamong. Dalam penelitian, inflow Waduk Lamong diperoleh dengan metode bangkitan data dengan menggunakan metode Thomas Fiering. Data aliran historis diperoleh dengan pendekatan simulasi alihragaman hujan menjadi aliran dengan menggunakan model Mock dengan menggunakan data hujan Stasiun Bluluk, data hujan Stasiun Ngimbang dan data hujan Stasiun Mantup dan data pengukuran debit Stasiun Boboh tahun 1995 - 1997. Perhitungan kebutuhan air baku berdasarkan standar Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU tahun 2003, sedangkan kebutuhan air irigasi dihitung berdasarkan Standar Perencanaan Irigasi (KP-01) tahun 1986. Simulasi yang digunakan yaitu dari tahun 2016-2025 dengan menggunakan Standard Operating Rule (SOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebutuhan air baku masyarakat yang diasumsikan akan dilayani oleh Waduk Lamong yaitu sebesar 5,70 juta m3/thn pada tahun 2015 dan 5,74 juta m3/thn pada tahun 2025. Reliabiltas Waduk Lamong dalam melayani kebutuhan air baku akan tercapai 99,17% dengan luas areal tanam yang seluas 2.117 Ha dengan reliabilitas dalam melayani air irigasi 96,25%.

Lamong River Basin is located in the Lamongan and Mojokerto Regency for the upstream part, Gresik Regency and Surabaya City for the downstream part. Lamong River Basin has area about ± 720 km2 with the main river channel has length about ± 103 km. Hydrological condition of Lamong River Basin is critical, as a result, most part of the Lamong River Basin that located in the region of Gresik and Surabaya Regency, every year is suffering from flooding due to overflowing. By contrast, in the upstream of Lamong River Basin is always shortage of water in the dry season. The purpose of this study is to assess the ability of the Lamong Reservoir that planned to serve raw water and irrigation of the community. In the study, inflow discharge of Lamong Reservoir are obtained by synthetic streamflow data generation using Thomas Fiering method. Historical flow data are obtained by transforming rain data into discharge data using Mock model and using rainfall data of Ngimbang Station, Bluluk Station and Mantup Station and also discharge measurement data of Boboh Station in 1995-1997. The calculation of raw water demand is based on a standard requirement of raw water from Directorate General Human Settlements, Ministry of Public Works in 2003, while the irrigation water requirement is calculated by Standard Irrigation Planning (KP-01) in 1986. Simulations are conducted from the year of 2016 to 2025 with the use of Standard Operating Rule (SOR). The results show that the needs of raw water by people served by the Lamong Reservoir is equal to 5,70 million m3 in 2015 and 5,74 million m3 in 2025. Reliability of Lamong Reservoir in serving the needs of raw water will be achieved 99,17 % by the planting area covering 2.117 Ha with irrigation water reliability in serving 96,25 %.

Kata Kunci : Model Mock, Thomas Fiering, Reliabilitas, Standard Operating Rule


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.