Laporkan Masalah

TINJAUAN MENGENAI PELANGGARAN SIGHAT TAKLIK TALAK SEBAGAI ALASAN UNTUK MENGGUGAT CERAI (STUDI PUTUSAN PERKARA CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA TANGERANG)

Marina Herwita Haris, Yulkarnain Harahab, SH., M.Si.

2014 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran sighat taklik talak sebagai alasan untuk menggugat cerai di Pengadilan Agama Tangerang, mengetahui proses pembuktian pelanggaran sighat taklik talak di Pengadilan Agama Tangerang, dan mengetahui akibat hukum terhadap hak-hak istri dari putusan perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Tangerang dengan alasan pelanggaran sighat taklik talak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif atau penelitian kepustakaan dan sifat penelitiannya adalah yuridis-normatif. Bahan hukum dalam penelitian ini adalah bahan kepustakaan atau disebut juga data sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara studi dokumen atau kepustakaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan menggunakan metode berpikir deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Bentuk-bentuk pelanggaran sighat taklik talak sebagai alasan untuk menggugat cerai di Pengadilan Agama Tangerang yaitu sebagai berikut : (a) Meninggalkan istri dua tahun berturut-turut; (b) Tidak memberi nafkah wajib kepada istri selama tiga bulan; (c) Menyakiti badan/jasmani istri; dan (d) Membiarkan (tidak memperdulikan) istri selama enam bulan; (2) Proses pembuktian pelanggaran sighat taklik talak di Pengadilan Agama Tangerang yaitu Penggugat telah mengajukan dan menghadirkan alat-alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan Pasal 164 HIR/284 RBg/1866 KUHPerdata yaitu sebagai berikut : (a) Bukti Surat; (b) Saksi-saksi; (c) Pengakuan; (3) Akibat hukum terhadap hak-hak istri dari putusan perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Tangerang yaitu telah memenuhi ketentuan dalam Pasal 119 Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 149 huruf b Kompilasi Hukum Islam bahwa Majelis Hakim salah satunya menetapkan jatuh talak satu Khul’ie dari Tergugat kepada Penggugat dengan ‘iwadh Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) dan Majelis Hakim tidak menyatakan pembebanan kewajiban kepada Tergugat terhadap Penggugat dalam pemberian nafkah, maskan, dan kiswah kepada Penggugat selama masa iddah

This research aims to determine the forms of violations sighat taklik talak as the reason for sue divorce in The Religious Court Tangerang, to know the process of proving the violation sighat taklik talak in The Religious Court Tangerang, and to know the legal consequences to the rights of wife of the judgment of divorce cases in The Religious Court Tangerang by reason of violation sighat taklik talak. This research is a normative legal research or literature research and the research character is juridical-normative research. Legal materials in this research is the literature also called secondary data. Collecting data in this research was done by the study of documents or literature. Analysis of the data that used in this research is a qualitative analysis using method of deductive reasoning. The results showed that : (1) The forms of violations sighat taklik talak as the reason for sue divorce in The Religious Court Tangerang are as follows : (a) Leaving wife for two years in a row; (b) Shall not provide for the wife during three months; (c) Hurting body/wife physically; and (d) Leaving (does not care) wife for six months; (2) The process of proving the violation sighat taklik talak in The Religious Court Tangerang are Plaintiff has submitted and presented evidence that valid in accordance with the provisions of Article 164 of the Civil Code HIR/284 RBg/1866 as follows : (a) Evidence Letter, and (b) Witnesses; (c) Recognition; (3) The legal consequences to the rights of wife of the judgment of divorce cases in The Religious Court Tangerang by reason of violation sighat taklik talak which accordance with the provisions of Article 119 Compilation of Islamic Law and Article 149 letter b Compilation of Islamic Law that judges assigned one of the decisions which fell one of talak Khul'ie from the Defendant to the Plaintiff with 'iwadh Rp 10,000,- (ten thousand rupiah) and the judges did not declared the imposition of obligation to the Defendant in the provision of a living, maskan, and kiswah to the Plaintiff during the prescribed period (iddah).

Kata Kunci : Pelanggaran, Sighat Taklik Talak, Gugat Cerai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.