Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI JALUR PATAHAN AKTIF SUMATERA SEGMEN SEMANGKO (SUOH - KOTAAGUNG) MENGGUNAKAN METODE GEORADAR DAN GEOLISTRIK

Basry Yadi Tang, Prof. Dr. Sismanto, M.Si

2014 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Telah dilakukan identifikasi terhadap jalur patahan aktif Sumatera segmen Semangko, subsegmen Suoh-Kotaagung di daerah Kotaagung-Lampung. Penelitian ini menggunakan metode georadar dengan konfigurasi radar reflection profiling dan metode geolistrik dengan konfigurasi dipole-dipole untuk mengetahui keberadaan jalur patahan dan gambaran struktur bawah permukaan yang berpotensi menimbulkan bencana gempabumi di daerah penelitian. Pengukuran ini dilakukan pada 17 lintasan pengukuran yang terbagi dalam 4 subsegmen dari 10 subsegmen yang terdapat di daerah Kotaagung, diantaranya yaitu subsegmen Asahan (2 lintasan), subsegmen Sedayu (7 lintasan), subsegmen Semangka (3 lintasan) dan subsegmen Kotaagung (5 lintasan). Pemrosesan data georadar yang diperoleh dari hasil pengukuran GSSI Surveyor 20 menggunakan software Reflexwave, data hasil pengukuran ini diproses melalui beberapa tahapan yaitu automatic gain control, koreksi statik, bandpass filter, background removal dan migrasi untuk menghilangkan noise pada data sehingga diperoleh suatu penampang radargram. Sedangkan untuk pemrosesan data geolistrik dari hasil pengukuran multichannel Supersting R8 digunakan software Earthimager 2DINV. Software ini melakukan proses inversi dari data resistivitas semu yang diperoleh menjadi data resistivitas sebenarnya yang kemudian digunakan dalam interpretasi penampang bawah permukaan di daerah penelitian. Hasil interpretasi kedua metode tersebut menunjukkan adanya jalur patahan yang terdeteksi pada beberapa lintasan pengukuran yaitu lintasan 3, 4, 5, dan 6 pada subsegmen Sedayu, lintasan 7 dan 15 pada subsegmen Asahan serta lintasan 8, 9 dan 14 pada subegmen Kotaagung. Keberadaan subsegmen patahan tersebut terdeteksi cukup dangkal yang berkisar antara 5-58 meter di bawah permukaan dan merupakan subsegmen patahan di bawah permukaan yang berpotensi menimbulkan bencana gempabumi merusak di daerah penelitian. Struktur bawah permukaan daerah Kotaagung tersusun atas sedimen kuarter muda yaitu lapisan lempung berpasir (0,1-80 m), lapisan pasir (100-500 m) dan adanya intrusi batuan granit (600-100.000 m) memisahkan kedua lapisan tersebut yang mengindikasikan bidang patahan.

Conducted research on the identification of active fault pathways in Semangko segment, subsegment Suoh-Kotaagung, Lampung region, Sumatera. Georadar method with radar reflection profiling configuration and geoelectrical method with dipole-dipole configuration have been used in this research to determine the existence of fault pathways and the outlook subsurface structure which potentially indicate earthquake in this area. This research was conducted in 17 lines measurement divided to 4 subsegment of 10 subsegment in Kotaagung area, such as Asahan subsegment (2 lines), Sedayu subsegment (7 lines), Semangka subsegment (3 lines) and Kotaagung subsegment (5 lines). Reflexwave software has been used in georadar data processing obtained from the result of GSSI surveyor 20 measurement. There are five steps to process the data measurement, automatic gain control, static correction, bandpass filter, background removal, and migration to eliminate noise from the data in order to obtain radargram section. In addition, Earthimager 2DINV software has been used in geoelectrical processing data from the measurement of multichannel supersting R8. Inversion from apparent resistivity to actual resistivity has been conducted in this software used to interpret subsurface section in the research area. Identified fault pathways in this research have been indicated by line 3, 4, 5, and 6 in the sedayu subsegment, line 7 and 15 in Asahan subsegment, line 8, 9, and 14 in Kotaagung subsegment. The existence of fault subsegment were detected at shallow depth about 5-58 meter below surface area potentially indicate destructive earthquakes in the research area. Kotaagung subsurface structure is arranged by quartenary sediment, Sandy clay (0.1-80 m), and sand (100-500 m) that is separated by granite intrusion (600-100.000 m) indicating fault pathways

Kata Kunci : Gempabumi, patahan aktif, georadar dan geolistrik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.