Laporkan Masalah

Gaya Hidup Komunitas Penggemar Vespa Gembel Sebagai Subkultur (Studi Kasus di Bangkalan, Madura)

teguh hidayatul rachmad, Dr. Budiawan

2014 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media

Budaya komunitas penggemar vespa gembel tumbuh dan berkembang sebagai akibat dari kuatnya legitimasi budaya dominan di Bangkalan Madura yang tekenal dengan budaya islami. Kondisi dan situasi budaya yang ada di Bangkalan menjadi kajian yang menarik untuk diproblematisasikan ditengah-tengah budaya dominan. Etnografi Spradley sebagai teknik analisis data untuk mecari, dan mengumpulkan informasi dari narasumber yang kemudian dikorelasikan dengan kerangka konseptual. Hasil dari tesis ini memaparkan bentuk kontestasi antara penggemar komunitas vespa gembel sebagai subkultur dengan budaya Madura yang agamis islami di arena kekuasaan dengan mempertaruhkan modal yang dimiliki sesuai dengan ranah, menampilkan berbagai strategi untuk mempertahankan (budaya Madura agamis islami) ataupun mempersoalkan otoritas budaya dominan (komunitas vespa). Pondok pesantren, masjid dan ritual budaya yang agamis menjadi salah satu penyebab agen keluar sejenak dari struktur ke-maduraan untuk berpindah ke komunitas penggemar vespa gembel yang anti struktur dengan budaya yang menjunjung tinggi kebebasan dan kebersamaan atau disebut sebagai situasi liminal.

Vespa trash culture fan communities grows and develops as a result of the strong legitimacy of the dominant culture in Bangkalan Madura famous with Islamic culture. Conditions and cultural situation in Bangkalan be an interesting study to set of problems amid the dominant culture . Spradley as ethnographic data analysis techniques to look for, and gather information from informants who then correlated with the conceptual framework . The results of this thesis describes the form of contestation between the fan community as a trash Vespa subculture with Islamic religious culture of Madura in the arena of power by risking their capital in accordance with the realm, featuring a variety of strategies to maintain (Islamic religious Madurese culture) or question the authority of the dominant culture (Vespa community). Boarding schools, mosques and religious rituals that culture has led to the moment the agent out of the structure to-madurese to move to trash vespa fan community anti-structure with culture of freedom and togetherness or referred to as liminal situation.

Kata Kunci : Gaya Hidup, Arena Kekuasaan, Situasi Liminal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.