RELATIONSHIP BETWEEN COMPLIANCE AND RELAPSE IN EARLY PSYCHOSIS PATIENT IN SPECIAL DISTRICT YOGYAKARTA (D.I.Y)
NOR FAIRUZAIMI BINTI ZAKARIA, Dr. Carla Raymondalexas Marchira Sp. KJ (K)
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang Psikotik Fase Awal adalah fase yang penting di dalam gangguan psikotik, di mana manajemen awal telah menunjukkan sangat membantu dalam mengurangi tingkat kekambuhan. Salah satu kunci di dalam manejemen awal untuk penderita psikotik fase awal adalah memastikan ketaatan penderita dalam pengambilan obat yang telah diresepkan kepada mereka. Tujuan Untuk melihat apakah terdapat hubungan antara ketaatan minum obat dan kekambuhan pada penderita psikotik fase awal di Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y). Metode Studi kuantitatif non-eksperimental cross-sectional dilakukan pada 100 pasien psikosis awal yang dikumpulkan dari rumah sakit yang dipilih di Yogyakarta pada periode Maret 2010-Maret 2011. Hasil Ada perbedaan yang signifikan (p <0,05) di tingkat ketaatan dengan tingkat kekambuhan. Beragam dalam 95% CI (0,002-,0078) menunjukkan ketidakpastian besar antara dua variabel dalam penelitian ini - kepatuhan dan kekambuhan. Meskipun data menunjukkan dua variabel ini berkorelasi positif, kekuatan hubungan lemah (CC = 0.234). Kesimpulan Ada hubungan antara kepatuhan dan kekambuhan pada pasien psikosis awal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meskipun korelasi yang lemah, masih ada prevalensi kekambuhan yang lebih tinggi antara pasien yang tidak taat dalam pengambilan pengobatan mereka.
Background Early psychosis is an important phase in psychotic disorders, with early management has been shown to be very helpful in reducing the rate of relapse. One of the key in the management of patients with early psychosis is ensuring their compliance towards medication they are prescribed with. Objective To determine whether there exist a relationship between compliance and relapse in early psychosis patients in Special District Yogyakarta (D.I.Y). Method Cross-sectional non-experimental quantitative study is done on 100 early psychosis patients gathered from selected hospitals in Yogyakarta in the period of March 2010 to March 2011. Result There is significant difference (p<0,05) in the degree of compliancy with the rate of relapse. The wide range in the 95% CI (0.002-0.0078) shows great uncertainty between the two variables in this study – compliance and relapse. Although data shows these two variables being positively correlated, the strength of the relationship is weak (CC = 0,234). Conclusion There is a relationship between compliance and relapse in early psychosis patients in Special District Yogyakarta (D.I.Y). Despite the weak correlation, there is still higher prevalence of relapse among patients that does not comply to their treatment.
Kata Kunci : Psikosis fase awal, ketaatan, kekambuhan, Yogyakarta.