Laporkan Masalah

UJI EFEK EKSTRAK KLOROFORM KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana) TERHADAP LARVA NYAMUK Culex quinquefasciatus

JULIAN DENNA DEWANTHY, Dra. Tri Murini, M.Si, Apt.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang, Angka kejadian filariasis di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Sampai saat ini belum ada obat yang efektif sehingga upaya pencegahan gigitan lebih diutamankan. Terdapat berbagai macam jenis insektisida sintetis yang memiliki efek toksik sehingga penggunaan larvisida dari bahan alami yang aman dapat menjadi alternatif pilihan dalam usaha pencegahan gigitan nyamuk Culex quinquefasciatus yang merupakan vektor dominan Filariasis. Penggunaan kulit buah manggis yang tidak terpakai dapat dikembangkan dalam penelitian larvisida yang berasal dari bahan alami. Tujuan penelitian, Untuk mengetahui efek esktrak kloroform kulit buah manggis (Garcinia mangostana) sebagai larvisida terhadap larva Culex quinquefasciatus. Untuk mengetahui konsentrasi ekstrak kloroform kulit buah manggis (Garcinia mangostana) yang diperlukan untuk mencapai mortalitas larva Culex quinquefasciatus pada LC50 dan LC90. Untuk mengetahui hubungan peningkatan konsentrasi ekstrak kloroform kulit buah manggis (Garcinia mangostana) terhadap mortalitas larva Culex quinquefasciatus. Cara penelitian, Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental sederhana dengan menggunakan petunjuk WHO 2005 sebagai acuan. Penelitian awal dilakukan untuk menentukan rentang 6 konsentrasi (3000 ppm, 6000 ppm, 10.000 ppm, 13.000 ppm, 17.000 ppm, 21.000 ppm) perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali pada uji akhir dengan menggunakan 10 larva pada masing-masing konsentrasi 100 ml. Hasil akhir data dianalisis dengan menggunakan probit dan ANOVA. Kesimpulan, Ekstrak kloroform kulit buah manggis (Garcinia mangostana) memiliki efek larvisida terhadap larva nyamuk Culex quinquefasciatus. Nilai LC50 dan LC90 masing-masing adalah 7439,828 ppm dan 17984,09 ppm. Peningkatan konsentrasi ekstrak kloroform kulit buah manggis (Garcinia mangostana) dapat meningkatkan mortalitas larva Culex quinquefasciatus.

Background, The number of filariasis’ case happens in Indonesia increase with each year. This disease is an illness that can cause permanent disability and also the victim’s shunned from society. Until this time there is still no effective, so the act of precaution is made a priority. There are many kinds synthetic insecticides that have toxic effect so that the use of larvicide from natural substance that is safe can be an alternative on precaution from Culex quinquefasciatus mosquito’s bites in which being the dominant vector of filariasis. The use of mangosteen skin that has no use anymore can be developed in larvicide research that derived from natural substance. Objective, To know the effect of chloroform’s extract from mangosteen’s skin as larvicide to Culex quinquefasciatus’s larva. To know the concentration of chloroform’s extract from mangosteen’s (Garcinia mangostana) skin that is needed to reach mortality level of Culex quinquefasciatus’s larva at LC50 and LC90. To know the relationship between the concentration of chloroform’s extract from mangosteen’s skin and mortality level of Culex quinquefasciatus’s larva. Method, This research is a simple experimental research using WHO 2005 as the guide. The start research is done to set the interval of 6 concentration (3000 ppm, 6000 ppm, 10.000 ppm, 13.000 ppm, 17.000 ppm, 21.000 ppm) treatments that is replied 3 times on the last test using 10 larvas in each of 100 ml concentrations. The final result is analyzed with probit and ANOVA. Conclusion, Chloroform’s extract from mangosteen’s skin has the effect of larvicide to mosquito Culex quinquefasciatus’s larva. The number of LC50 and LC90 each is 7439,828 ppm and 17984,09 ppm. The increase of chloroform’s extract from mangosteen’s skin can raise mortality level of Culex quinquefasciatus’s larva.

Kata Kunci : Culex quinquefasciatus, Garcinia mangostana, (larvisida), probit analysis, ANOVA.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.