KEAMANAN MANUSIA DALAM KETERLIBATAN KANADA DI AFGHANISTAN (2002-2011)
ROSVITA WALANDA SITORUS, Drs. Siti Daulah Khoiriati, MA.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalTesis ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai mengapa Kanada menggunakan keamanan manusia dalam keterlibatannya di Afghanistan dan bagaimana Kanada menerapkan keamanan manusia tersebut. Agar bisa mengukur motif yang melatarbelakangi tindakan Kanada, penelitian ini menggunakan teori norma internasional dari perspektif Konstruktivis untuk mengetahui mengapa seorang aktor menggunakan suatu norma dalam tindakan mereka. Pertama-tama penelitian ini akan melihat keamanan manusia sebagai sebuah norma, norma baru yang mempengaruhi norm entrepreneur-nya. Menurut teori norma internasional ada beberapa motif yang menjadi alasan tindakan aktor pada tiap-tiap tahapan norm life cycle yang berbeda. Keamanan manusia telah menjadi ciri khas kebijakan luar negeri Kanada pada era 1990an, dipelopori oleh mantan Menteri Luar Negeri Llyod Axworthy. Sebagai salah satu norm entrepreneur Kanada harus melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk menjaga status dan identitasnya sebagai norm entrepreneur keamanan manusia. Ini karena status dan identitas ini merupakan suatu kebanggaan bagi Kanada. Penelitian ini juga akan memaparkan hubungan dan interaksi Kanada dan Afghanistan pada 1968-2011. Untuk menjawab pertanyaan kedua, selanjutnya tesis ini akan menggambarkan bagaimana Kanada mengartikulasikan dan mengimplementasikan keamanan manusia di Afghanistan, serta program-program Kanada yang dijalankan sejak 2002-2011. Komunitas internasional melihat Afghanistan sebagai sebuah failed state. Kondisi failed state ini juga akan dipaparkan. Status Afghanistan sebagai failed state telah menyebabkan kewajiban baru bagi Kanada sebagai salah satu norm entrepreneur untuk mengatasi masalah ini. Tindakan Kanada di Afghanistan akan dianalisa dalam penelitian ini, untuk melihat apakah tindakan Kanada sesuai dengan keamanan manusia atau tidak. Hasil temuannya menyatakan bahwa tindakan Kanada tidak selalu sesuai dengan keamanan manusia, ada banyak kelemahan dalam implementasi program-program Kanada, terutama dalam konsep 3D (Defense, Diplomacy dan Development).
This thesis aims to answer the questions on why Canada using human security in its involvement in Afghanistan and how Canada implement the human security. To be able to measure the motives behind Canada‟s action this research using theory of international norms from Contructivist to find out why an actor using a norm in their action. First this research will see human security as a norm, new norm that affecting its norm entrepreuner. According to the theory of international norms, there are few motives behind an actor‟s action at different stage of norm life cycle. Human security has been characterizing Canada‟s foreign policy in 1990s, pioneered by former minister of foreign affairs, Llyod Axworthy. As one of the norm entrepreneur Canada will have to act to certain action in purpose to keep its status/identity as norm entrepreuner of human security. This is because this status or identity is such a pride for Canada. Canada‟s relation with Afghanistan during 1968-2011 will also be explained in this research. As second question in this thesis, the remainder of this research will be describing how Canada articulate and implement human security in Afghanistan, also its programmes that held in 2002-2011. International community has seen Afghanistan as a failed state and this condition will also be explained. Afghanistan‟s status as failed state has caused a new obligation to Canada as a norm entrepreuner to address this issue. Canada‟s action in Afghanistan will also be analyzed in this research. This is to see whether Canada‟s action is in line with human security or not. The finding is that Canada‟s action not merely in line with human security, a lot of flaws in implementation of Canada‟s programmes, especially in 3Ds concept (Defense, Diplomacy and Development).
Kata Kunci : keamanan manusia, Kanada, Afghanistan, norma internasional.