Laporkan Masalah

PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT ASKES DENGAN ANALISIS ABC DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DI INSTALASI FARMASI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lya Widhayunita, Prof. Dr. Achmad Fudholi, DEA., Apt.

2014 | Tesis | S2 Mag.Manaj.Farmasi

Peningkatan jumlah resep per bulan peserta Askes sebanyak 21,25% sejak Januari hingga Agustus 2013 berdampak pada meningkatnya nilai pengadaan dan persediaan obat Askes. Hal ini merupakan tantangan bagi instalasi farmasi, di satu sisi adalah memberikan pelayanan yang optimal untuk memenuhi kepuasan pelanggan, dan di sisi lain adalah melakukan pengendalian persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan analisis ABC dan metode EOQ terhadap nilai persediaan, nilai pengadaan dan ITOR di instalasi farmasi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Rancangan penelitian yang dipilih adalah observasional analitik dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian ini menggunakan data persediaan dan penggunaan obat Askes sejak Januari hingga Desember 2012. Data riil tersebut dibandingkan dengan data simulasi yang diperoleh berdasarkan analisis ABC dan metode Economic Order Quantity (EOQ), kemudian dilakukan uji statistik t-berpasangan. Analisis ABC digunakan untuk mengetahui item obat yang menjadi skala prioritas (kategori A) untuk dievaluasi. Obat kategori A pada analisis ABC berdasarkan nilai penggunaan berjumlah 69 dari 790 item (8,73%) dengan nilai penggunaan sebesar Rp. 23.673.905.069,- (75,11%). Pada analisis ABC berdasarkan nilai persediaan (nilai investasi) 95 dari 729 item (13,03%) merupakan kategori A dengan nilai persediaan sebesar Rp. 2.530.690.834,- (75,08%). Pengadaan EOQ lebih kecil dibandingkan riil dengan selisih Rp. 24.648.889,- dengan p = 0,972 (p > 0,05). Nilai stok akhir tahun riil lebih besar daripada EOQ dengan selisih sebesar Rp. 954.609.080,- (47,91%) dengan p = 0,000 (p < 0,05). Nilai ITOR riil adalah 12,83, sedangkan ITOR EOQ adalah 17,34. Kesimpulan : penerapan analisis ABC dan metode EOQ tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai pengadaan, namun berpengaruh signifikan pada nilai persediaan di instalasi farmasi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.

The increasing number of Health Insurance coverage patients from January until August 2013 about 21.25% also influence the increasing of procurement and inventory value. It is a challenge for pharmacy department to manage patient satisfaction and also to control the inventory. The purpose of this research is to find out the influence of ABC analysis and EOQ methods to the procurement value, inventory value and ITOR at Pharmacy Department of Saiful Anwar General Hospital. Method: analytical observational research design with retrospectively data collecting. This study used inventory data were collected from January to December 2012. Existing data were compared with simulation data, then tested with paired-t test ABC analysis is used to classified items to the “A”, “B” and ”C” category. “A” category in ABC analysis based on use value is 69 of 790 items (8.73%) with the value Rp. 23,673,905,069.00 (75.11%). “A” category in ABC analysis based on inventory/investasi value is 95 of 729 items (13.03%) with the value Rp. 2,530,690,834.00 (75.08%). Existing procurement is Rp. 24,648,889.00 bigger than EOQ, with p = 0.972 (p > 0.05). Existing end stock is Rp. 954,609,080.00 (47.91%) bigger than EOQ, with p = 0.000 (p < 0.05). Existing ITOR is 12.83 and EOQ ITOR is 17.34. Conclusion: the real procurement and simulation with ABC analysis and EOQ methods in pharmacy department of Saiful Anwar General Hospital is not significantly different, but the end stock comparation is significantly different.

Kata Kunci : Pengendalian persediaan, Analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.