Laporkan Masalah

POLITIK KEBIJAKAN KEDELAI INDONESIA ANALISA PERAN DAN KEPENTINGAN ANTAR AKTOR TERKAIT

Artha Yudilla, Drs. Siti Daulah K.MA

2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Kedelai merupakan salah satu pangan strategis Indonesia. Namun ironisnya produksi kedelai lokal tidak pernah mampu memenuhi kebutuhan pangan domestik dan hasilnya Indonesia selalu bergantung pada impor. Efek negatif dari ketergantungan akan impor ini membawa efek negatif pada ketahanan pangan saat krisis kedelai dunia terjadi seperti pada tahun 2008, 2010, hingga 2012-2013. Pemerintah merespon dengan mengeluarkan kebijakan swasembada namun impor terus dilakukan. Hasilnya adalah kebijakan yang mengambang dan hasil yang tidak signifikan dimana permasalahan kedelai hingga saat ini belum bisa diselesaikan. Tesis ini akan menganalisa bagaimana dan mengapa kebijakan kedelai di Indonesia bersifat pragmatis atau inkrementalis. Signifikansi peran dan tarik menarik kepentingan antar aktor-aktor yang mempengaruhi kebijakan akan menjadi landasan dalam analisa yang mengacu pada inkrementalisme kebijakan kedelai Indonesia dikarenakan tidak hanya karena prioritas pemerintah adalah penyelesaian masalah sesaat secara instan dan mudah dengan memepertahankan kebijakan impor diiringi dengan adaptasi di beberapa sisi terkait upaya swasembada namun juga ketimpangan power dari pemangku kepentingan.

Soybean is one of Indonesia’s most strategic foods. Thus, it’s really ironic than, that Indonesia’s local soybean production is never able to suffice domestic demand. For decades, Indonesia has been depand on import, as the result, it threatens Indonesia food security and food sovereignty, especially when crisis happen on soybean world trade like in 2008, 2010 and 2012-2013. Ministry of agriculture always set new programs to increase the local production and achieve the goal to be self sufficient but on other side, ministry of trade just stuck to the former program which is keep depending on import and lowering the tariff. This contradiction shows how pragmatic is the soybean policy in Indonesia. The goal is only to settle the surfice problem with the easiest and shortest term policy. This thesis will give the analysis on how this policy happen, and why is it so difficult to change the pattern in this politic. The significance of influences and interests of each stakeholders appear to be the reason of why the policy remain incremental until today and the problem about self sufficiency and self sovereignty regarding soybean as one of the most strategic food remain unsolved.

Kata Kunci : impor, swasembada, pragmatis / inkremental, stakeholder


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.