EVALUASI PROGRAM DANCE4LIFE DALAM PENCEGAHAN HIV DAN AIDS Studi pada SMP, SMA/SMK/MA di Bandar Lampung
BUDI KURNIAWAN, dr. Riris Andono Ahmad, MPH., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Proporsi kasus HIV dan AIDS di Provinsi Lampung berdasarkan kelompok umur, tahun 2002 sampai dengan 2006 tertinggi pada kelompok umur 25-49 tahun (59,8%) dan 20-24 tahun (33,5%), sedangkan pada tahun 2007 sampai dengan Juli 2011 pada kelompok umur 25-49 tahun (71,79%) dan 20-24 tahun (18,81%). Berdasarkan data tersebut dapat diketahui usia terendah kasus HIV pada kelompok umur di atas adalah 20 dan 25 tahun. Hal ini berarti jika sejak terinfeksi sampai masuk ke kondisi AIDS lamanya 5 tahun, maka usia terendah saat terinfeksi sekitar 15-19 tahun. Menyadari masalah yang dihadapi dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS, khususnya kepada kaum muda usia 15-19 tahun, sangat tepat bila Provinsi Lampung melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan penularan HIV yang ditujukan kepada kaum muda/remaja. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah dance for life, atau yang lebih populer dituliskan menjadi dance4life. Evaluasi terhadap program dance4life dalam pencegahan HIV dan AIDS dilakukan berdasarkan Precaution Adopting Process Model (PAPM). Tujuan: Tujuan umum penelitian ini untuk mengekplorasi keterlibatan remaja untuk berperan aktif dalam pencegahan HIV serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terinfeksi HIV melalui program dance4life di Kota Bandar Lampung. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek utama dalam penelitian ini adalah siswa yang mendapatkan program dance4life. Pengambilan sampel dengan maksud tertentu (purposive) dilakukan karena pertimbangan kekayaan informasi yang dimiliki, kemampuan dan kewenangan subjek. Analisis data kualitatif dilakukan setelah selesai proses pengumpulan data dan untuk validitas dilakukan triangulasi sumber dan metode. Hasil: Tarian dance4life memiliki daya tarik yang kuat bagi siswa. Siswa yang mengikuti program ini memiliki pengetahuan yang baik tentang pengertian, penyebaran, dan pencegahan HIV dan AIDS, stigma dan diskriminasi. Siswa melakukan penyebaran informasi HIV dan AIDS di sekolah dan lingkungan tempat tinggal. Kesimpulan: Program dance4life merupakan metode unik untuk menginformasikan HIV dan AIDS dalam bentuk drama, tarian, puisi, lagu, permainan, komedi singkat. Metode ini berdampak pada peningkatan pengetahuan HIV dan AIDS pada siswa SMP, SMA/SMK/MA. Program ini juga berhasil menjadikan siswa sebagai agen perubahan bagi teman sebaya dan menerapkan pemahaman stigma dan diskriminasi.
Background: The proportion of HIV and AIDS cases by age group 2002 up to 2006, the highest in the age group 25-49 years old (59.8%) and 20-24 years old (33.5%), whereas in 2007 up to July 2011 more in the age group 25-49 years old (71,79%) and 20-24 years old (18,81%). Based on these data it can be seen the lowest age of HIV cases in the age group above 20 and 25 years old. This means if since infected to get into AIDS condition with five years duration, then the lowest age when infected about 15-19 years old. Aware of the problems encountered in the efforts to prevention and control of HIV and AIDS, in particular to young people gaet 15-19 years, then very precise when PKBI Lampung Province carry out various activities in the prevention of HIV transmission, aimed at young people/teenagers. One form of such activities is a dance for life, or more popularly written to dance4life. Evaluation of dance4life program in the prevention of HIV and AIDS is performed based on Precaution Adopting Process Model (PAPM). Objective: The General purpose this research to explore he involvement of young people to be active in preventing HIV and reduce stigma and discrimination against the HIV-infected through the dance4life in the Bandar Lampung City. Research Method: This research is qualitative research using case study approach. The main subject in this research are students who get the program dance4life. Sampling with a specific meaning (purposive) carried out since the consideration of the wealth of information societies, the ability and authority of the subject. Qualitative data analysis conducted after the completion of the process of data collection and to the validity of the source and the method of triangulation was done. Results: Dance4life dance has a strong appeal for students to follow. Students who take this course have good knowledge about the definition, deployment, and HIV and AIDS prevention, stigma and discrimination. Student conduct information dissemination of HIV and AIDS in schools and neighborhoods. Conclusion: Dance4life program is an unique method to inform HIV and AIDS in the form of drama, dance, poetry, songs, games, comedy short, these methods have an impact on increasing knowledge of HIV and AIDS on students SMP, SMA/SMK/MA. The program also managed to make the students as agents of change for their peers and apply the understanding of stigma and discrimination.
Kata Kunci : dance4life, masa remaja, stigma, diskriminasi, HIV/AIDS