PENGARUH DEPOSISIONAL TERHADAP DAYA DUKUNG LINGKUNGAN PERAIRAN TELUK AMBON BAGIAN DALAM UNTUK PENGEMBANGAN KERAMBA JARING APUNG
Halvina Grasela Saiya, Dr. Suprapto Dibyosaputro, M.Sc.
2014 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganTeluk Ambon bagian dalam merupakan perairan dangkal dan sempit yang dijadikan sebagai lokasi budidaya sistim keramba jaring apung, namun kualitas perairannya terancam seiring terjadinya deposisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju deposisional, pengaruhnya terhadap daya dukung lingkungan perairan yang diindikasikan melalui kualitas perairannya serta merumuskan strategi pengelolaan lingkungannya. Laju deposisional dikaji dengan menghitung debit muatan suspensi dari sungai, perkiraan potensi erosi dengan metode USLE, analisis citra satelit tahun 2004 dan tahun 2012, analisis data kecepatan arus teluk Ambon luar ke teluk Ambon dalam serta dengan analisis data batimetri tahun 2008 dan tahun 2012. Untuk mengetahui kualitas perairannya dilakukan sampling dan uji laboratorium serta skoring, pembobotan dan matching terhadap parameter kekeruhan, DO, pH, kecerahan, suhu, TSS, TDS serta produktifitas primer kotor dan bersih, sedangkan strategi pengelolaan lingkungannya dikaji dengan pendekatan sebab akibat. Hasil penelitian ini menunjukkan laju deposisional dari hasil perhitungan dan konversi satuan debit muatan suspensi sungai Wae Heru dan Wae Tonahitu adalah sebesar 1,7 cm/tahun, sedangkan potensi kelas erosi pada muara sungai Wae Heru dan Wae Tonahitu, sama-sama memiliki potensi sangat ringan (<15 ton/ha/thn). Analisis citra menunjukkan laju deposisional muara sungai Wae Heru dan Wae Tonahitu, masingmasing sebesar 2445 m2/tahun dan 1459,625 m2/tahun. Data Pelengkap berupa kecepatan arus menunjukkan arus yang menuju ke Teluk Ambon bagian dalam memiliki kecepatan 84 cm/detik, sedangkan analisis batimetri menunjukkan pengurangan kedalaman perairan sebesar 13,9 cm/tahun. Hasil analisis kualitas perairan menunjukkan daya dukung lingkungan perairannya berada pada kelas sedang, sehingga mengacu pada besarnya laju deposisional serta kualitas perairannya maka strategi pengelolaan lingkungan difokuskan pada pengelolaan hulu sungai, tengah sungai, hilir sungai, sempadan sungai dan pesisir.
Inner Ambon bay is a shallow and narrow waters that serve as the location of floating net aquaculture systems, but its water quality is threatened by depositional. This research is aimed at knowing depositional rate, its effect to carrying capacity of marine environment that indicated by water quality, and to formulate environmental management strategies. Depositional rate assessed by calculating the rate of suspension sediment discharge from river, potential erosion estimates with USLE method, satellite imagery analysis of year 2004 and 2012, rate of water flow analysis from outer Ambon bay to inner Ambon bay, as well as bathymetric data analysis of year 2008 and 2012. To determine the water quality, sampling and laboratory test as well as scoring, weighting and matching was did to parameters, that is turbidity, DO, pH, brightness, temperature, TSS, TDS, gross primer productivity and nett primer productivity, while its environmental management strategies studied by causal approach. The research finding showed that depositional rate from suspension sediment discharge calculation and unit convertion of Wae Heru river and Wae Tonahitu river is 1,7 cm/year, while the class of potential erosion at the Wae Heru and Wae Tonahitu river mouth, both of them is very light (<15 tons/hectare/year). Satellite imagery analysis showed that depositional rate at Wae Heru and Wae Tonahitu mouth river is 2445 square meters/year and 1459,625 square meters/year respectively. Through complementary data, that is the rate of water flow analysis obtained that rate of water flow to inner Ambon bay is 84 cm/s, whereas bathymetric analysis show a reduction in water depth is 13,9 cm/year. Results of water quality analysis indicates that the carrying capacity of waters are in the medium class, as well as refer to depositional rate and water quality, so environmental management strategy is focused on the management of upstream rivers, midstream rivers, downstream rivers, riparian and coastal area.
Kata Kunci : deposisional, daya dukung lingkungan perairan, keramba jaring apung, Teluk Ambon bagian dalam, depositional, carrying capacity of marine environment, floating net cage, inner Ambon bay