KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM RANGKA PELESTARIAN KAWASAN TAMAN WISATA ALAM BUKIT TANGKILING, KECAMATAN BUKIT BATU, KOTA PALANGKA RAYA, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
DANIEL REFLY KATOPPO, Prof. Dr. Totok Gunawan, MS.
2014 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan LingkunganTaman wisata alam adalah salah satu kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk keperluan pariwisata dan rekreasi alam. Kawasan pelestarian alam adalah suatu kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk kerusakan lingkungan yang terjadi di kawasan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah beserta usulan strategi pengelolaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei. Metode penelitian survei digunakan secara spasial melalui interpretasi data hasil pengolahan citra satelit landsat tahun 2000 dan 2010 yang menghasilkan peta penggunaan lahan, serta dilakukan observasi lapangan dan wawancara untuk mengetahui pengetahuan, persepsi, dan peranserta masyarakat terhadap kawasan taman wisata alam. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisis data spasial, dan deskriptif kualitatif untuk menampilkan kondisi fisik kerusakan kawasan akibat penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa telah terjadi konversi terhadap penggunaan lahan di dalam kawasan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling. Hal tersebut dikarenakan adanya aktifitas-aktifitas masyarakat di dalam kawasan yang memanfaatkan lahan untuk kegiatan penambangan batu yang disertai penebangan liar, budidaya pertanian dan perkebunan, dan juga pemukiman. Dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas masyarakat terhadap kawasan terlihat pada kerusakan lahan dan vegetasi yang ada di dalam kawasan, seperti erosi dan sedimentasi, kekeringan yang mengakibatkan rawannya bencana kebakaran hutan, rusaknya ekosistem kawasan, berkurangnya kemelimpahan vegetasi dan satwa asli. Arahan strategi pengelolaan lingkungan difokuskan pada pelestarian kawasan dengan melakukan perbaikan kawasan, pendekatan masyarakat dalam menghentikan kegiatan penambangan, pengalihan profesi kearah wisata konservasi alam dan desa konservasi. Perlunya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat di dalam mengelola kawasan TWA Bukit Tangkiling yang berbasis masyarakat.
Nature park is one of nature conservation area which is mainly used for tourism and outdoor recreation. Nature conservation area is an area with a certain characteristics on land and in waters that have a protective function of life support systems, preserving of plants and animals diverse, as well as the sustainable use of natural resources and ecosystems. This research aims to study the forms of environment damage that occurred in Bukit Tangkiling Nature Park, Bukit Batu Subdistrict, Palangka Raya City, Central Kalimantan Province, as well as the proposed of management strategy. The approach that used in this study is a survey research approach. Survey research approach used spatially through the interpretation of data from Landsat satellite image processing 2000 and 2010 which resulted the land use map, as well as field observations and interviews conducted to determine the knowledge, perceptions, and community participation to nature park area. Data analysis using descriptive quantitative method for spatial data analyze, and qualitative descriptive method to show the physical condition of damage area due to land use. The results showed that there has been a conversion of land use in the area of Bukit Tangkiling Nature Park. That is happening because of people activity in Bukit Tangkiling Nature Park area, who use the land for mining stone with illegal logging, agriculture and plantations, and also settlement. Impact damage can be seen in land damage and vegetation in the area, such as erosion and sedimentation, that cause forest fires suscebtibility, destruction of ecosystems, the abundance of vegetation and native animals is reduced. Direction of environmental management strategies focused on conservation area by area improvement, community approach in order to stop mining activities, profession diverse to nature conservation and village conservation tourism. That’s need a good cooperation between governments and communities in order to manage Bukit Tangkiling Nature Park which based on community.
Kata Kunci : taman wisata alam, kerusakan lingkungan, penggunaan lahan, Nature Park, Environment Damage, Land use