Laporkan Masalah

EVALUASI PENUMPUKAN PENCAIRAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT DI AKHIR TAHUN ANGGARAN PADA SATUAN KERJA

Solikhin, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Pola pencairan anggaran belanja pemerintah pusat saat ini masih saja terpusat pada semester 2, terutama pada bulan-bulan terakhir berlakunya anggaran. Dari tahun 2006 sampai dengan 2013, persentase pencairan anggaran pada semester 1 lebih kecil daripada persentase pencairan anggaran pada semester 2. Dengan rendahnya penyerapan belanja pemerintah pusat pada semester 1, maka untuk mengejar target penyerapan anggaran, pencairan anggaran belanja akan menumpuk pada semester 2 sampai dengan akhir tahun anggaran. Hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan kualitas output yang kurang baik. Hal ini juga mengakibatkan beban kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) sebagai institusi yang mengelola pencairan anggaran bertambah besar pada setiap akhir tahun anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan penumpukan pencairan anggaran belanja pemerintah pusat di akhir tahun anggaran dan faktorfaktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan pada satuan kerja di wilayah bayar KPPN Purwokerto. Satuan kerja dipilih berdasarkan nominal Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2013 yang terbesar dan yang terkecil serta berdasarkan jumlah kegiatan 2013 yang terbanyak dan yang paling sedikit. Informan penelitian ini adalah pejabat atau pegawai yang terlibat secara langsung dalam pengelola keuangan, seperti Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM), dan Bendahara Pengeluaran (BP). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan penumpukan pencairan anggaran belanja di akhir tahun pada satuan kerja di wilayah bayar KPPN Purwokerto. Faktor-faktor yang menyebabkan penumpukan pencairan anggaran belanja pemerintah pusat di akhir tahun yaitu perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, pengadaan barang/jasa, sumber daya manusia, dan regulasi pengelolaan anggaran. Faktor yang paling dominan adalah faktor perencanaan anggaran. Lebih lanjut, pencairan anggaran dikaitkan dengan institutional isomorphism theory dan menghasilkan kesimpulan bahwa penumpukan pencairan anggaran belanja di akhir tahun sebagian besar dipengaruhi oleh adanya coercive isomorphism dan normative isomorphism.

Disbursement pattern of central government expenditure budget still occurs most concentrated in second semester, especially in the last months of the enactment of the budget. From 2006 to 2013, percentage of first semester expenditure budget disbursement has been less than percentage of second semester. Due to the low budget absorption in semester 1, it needs to pursue the budget disbursement target, so that the disbursement will be cumulated in the end of budget year. This can potentially produce bad output quality. It also causes heavier workload for national treasury service office (KPPN) as the institution which manages budget disbursement in the every last months of budget or fiscal year. The purpose of this study is to identify the tendency of buildup disbursement of central government expenditure budget at the end of budget year and factors that can cause it. This study used qualitative method which was conducted in spending units within disbursement area of KPPN Purwokerto. Spending units chosen in this study were according to the largest and the smallest amount of nominal of DIPA in 2013 and also according to the most and the least activities in 2013. Informants of this study were the officials or employees who were directly involved in unit financial management, such as KPA, PPK, PPSPM, and BP. Collected data were analyzed using thematic analysis. The result of data analysis shows that there was a tendency of buildup disbursement of central government expenditure budget at the end of fiscal year that occurred in the spending units within disbursement area of KPPN Purwokerto. Factors which caused the buildup disbursement were budget planning, budget execution, procurement, human resources, and regulations. The main factor was budget planning. Furthermore, budget disbursement was then associated with institutional isomorphism theory and resulted the conclusion that the cumulative disbursement of budget in the end of the fiscal year is mostly influenced by coercive isomorphism and normative isomorphism.

Kata Kunci : penumpukan, pencairan, anggaran belanja pemerintah pusat, institutional isomorphism theory, coercive isomorphism, normative isomorphism, analisis tematik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.