Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENANGANAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA PASIEN DOKTER KELUARGA DI KECAMATAN TURI, KABUPATEN SLEMAN PERIODE TAHUN 2011-2013

MUTHIA MUKHAROMA, dr. Wahyudi Istiono, M.Kes

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang Hipertensi saat ini menjadi penyakit tidak menular utama dengan prevalensi yang paling banyak dijumpai di masyarakat dan merupakan faktor resiko utama penyakit kardiovaskuler. Manajemen dari hipertensi membutuhkan penanganan berkelanjutan, pendekatan secara holistik dan komprehensif yang menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan kesehatan. Dokter keluarga sebagai penyedia layanan primer diharapkan mampu menyusun dan melaksanakan program penanganan hipertensi yang efektif sehingga dapat meningkatkan status kesehatan dari para penderita hipertensi. Selain itu, saat ini data mengenai pelayanan hipertensi pada tingkat primer masih sangat terbatas di Indonesia Tujuan Mengetahui efektivitas dari pelaksanaan program penanganan hipertensi yang dilakukan oleh dokter keluarga di kecamata Turi, Sleman Metode Data rekam medis dan buku monitoring dari 215 pasien hipertensi pada sebuah praktek dokter keluarga selama 30 bulan diolah untuk mencari tren tekanan darah, pencapaian target terapi,dan jumlah rujukan. Dilakukan survey untuk mengetahui gaya hidup pasien serta edukasi yang diterima dari dokter keluarga. Hasil Tren tekanan darah mengalami penurunan dari tahun 2011 hingga 2013. Pada awal 2011 rata-rata tekanan darah adalah 170/90 mmHg dan turun menjadi 144/84 mmHg pada 2013.Target terapi yang terpenuhi mengalami peningkatan dari 10,1% pada 2011 menjadi 43,6%pada 2013. PadaJuni 2013, mayoritaspasien (38,6%) memiliki tekanan darah antara 140-159/90-99 mmHg. Variasiobat yang digunakan mayoritas adalah golongan Calcium Channel Blocker yaitu Amlodipine. Dokter keluarga lebih banyak menggunakan monoterapi dibanding terapi kombinasi. Jumlah rujukan mencapai 5,21% kunjungan padaJuni 2013. Dokter keluarga sudah memberikan edukasi pada sekitar 50% pasien untuk memperbaiki pola hidup namun pasien belum menjalankan secara maksimal. Kesimpulan Pelayanan penanganan hipertensi yang dilakukan dokter keluarga sudah cukup baik dilihat dari penurunan tren tekanan darah, kenaikan jumlah target terapi yang tercapai, dan rendahnya jumlah rujukan. Namun dalam pemberian edukasi kepada pasien ,dokter keluarga belum melaksanakan secara efektif.

Background Hypertension now has become non communicable disease with the biggest prevalence in community and the leading risk factor for any cardiovascular diseases. Management of hypertension needs many approaches like holistic, comprehensive, and continuity of care which become the responsibility of the health provider. Therefore, family physician as the first gate of primary care should beable to perform an effective management of hypertension. Beside, right now the report for effectiveness of hypertension management in primary care is still very limited in Indonesia. Objective The aim of this study is to know the effectiveness of hypertension management by family physician in Turi District, Sleman from 2011 until June 2013. MethodThe data from medical records and hypertension monitoring book of 215 patients in a private family physician clinic from January 2011 until June 2013 were taken and analyzed. There was also a survey conducted to explore the patients’ lifestyle and education received by them from their physician. ResultThe trend of blood pressure is decrease from 2011 to 2013. In the beginning of 2011, the mean BP 170/90 mmHg and then decreased by June 2013 to 144/84 mmHg. The goal of therapy achieved increased from 10,1% in 2011 to 43,6% in 2013. On June 2013, the majority of patients have BP in range of 140-159/90-99 mmHg. Variation of the drugs used for medication dominated by Amlodipine from class Calcium Channel Blocker. Physician tends to use monotherapy compared to combination therapy for hypertension. The referral rate was decreased by 15,5% to 5,21% on June 2013. Physician has given education for lifestyle in about 50% of the patient but the application by the patient is still very low. Conclusion The management of hypertension by family physician is considered good enough because there was a decrease of BP trends, an increase of goal therapy achievement, and the low referral rate. But physician should give more education to the patient about lifestyle since many of them still have bad lifestyle.

Kata Kunci : hipertensi, dokter keluarga, layanan primer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.