PERBANDINGAN PERUBAHAN KECEMBUNGAN WAJAH ANTARA JARINGAN KERAS DAN LUNAK PADA PERAWATAN MALOKLUSI ANGLE KLAS II DIVISI 1 (Kajian Sefalogram Perawatan Teknik Begg dengan Pencabutan Empat Gigi Premolar Pertama)
Herna Juliana Nainggolan, Drg. Prihandini Iman, M.S.,Sp. Ort.,(K)
2014 | Tesis | S2 OrtodonsiaSalah satu perawatan ortodontik alat cekat adalah teknik Begg. Teknik Begg spesifik untuk merawat maloklusi Angle klas II divisi 1 mengakibatkan pembukaan gigitan, rotasi mandibula, retraksi gigi anterior dan retraksi bibir yang bertujuan untuk memperbaiki profil wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan besar perubahan kecembungan wajah antara jaringan keras dan lunak pada sudut GAPog, NAPog dan G΄A΄Pog΄, N΄A΄Pog΄ pada pasien maloklusi Angle klas II divisi 1 setelah dirawat dengan alat ortodontik cekat teknik Begg. Penelitian dilakukan pada 20 pasang sefalogram lateral pasien maloklusi Angle klas II divisi 1 sebelum dan setelah perawatan dengan alat cekat teknik Begg dari tahun 2002-2012 yang memenuhi kriteria penelitian. Penelitian dilakukan di klinik Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Jenis penelitian cross sectional, dengan rancangan penelitian kuasi eksperimen. Perbedaan perubahan kecembungan wajah jaringan keras dan lunak setelah perawatan dianalisis dengan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan perubahan kecembungan wajah antara jaringan keras dan lunak yang sangat signifikan (p =0,00). Perubahan yang terjadi pada jaringan keras GAPog sebesar 3,1° diikuti perubahan G΄A΄Pog΄ sebesar 2°. Perubahan NAPog sebesar 4,05° dan diikuti perubahan N΄A΄Pog΄ sebesar 2,4°. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perubahan jaringan keras lebih besar dibandingkan jaringan lunak
One of orthodontic treatment with fixed appliance is Begg technique. It’s Specific to treating Angle Class II division 1malocclusion, can cause bite opening, mandibular rotation, rectraction of anterior teeth and lip retraction was to correct facial profile. The purpose of this study was to determine the ratio of a change value angle of convexity between hard and soft tissue at GAPog, NAPog and G΄A΄Pog΄, N΄A΄Pog΄ in patient with angle class II division 1 malocclussion after treatment with Begg technique fixed appliance. The study was carried out using 20 pairs of lateral cephalograms of class II division 1 malocclusion before and after in year of 2002- 2012 which the inclusion criterias. The study was carried out in orthodontic clinic in Faculty of Dentistry, Gadjah Mada University, Yogyakarta using cross-sectional, with quasi-experimental research method. Differences of angle of convexity of hard and soft tissue change after treatment were analyzed with paired t-test. The results of study showed that there was angle of convexity between hard and soft tissue after treatment very signinificant (p=0.00). Hard tissue change at NAPog 4,05° will be followed by change soft tissue N΄A΄Pog΄ 2,4°. As 3,1°change at GAPog will be followed by 2,0° soft tissue change. It have as a conclusion is hard tissue change was bigger than soft tissueP
Kata Kunci : kecembungan wajah, Maloklusi Angle klas II divisi 1, teknik Begg