Laporkan Masalah

HUBUNGAN KADAR PLUMBUM DARAH DENGAN ANEMIA PADA ANAK JALANAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

JOSEPHINE DIONY NANDA, Prof. Dr. dr. Hj. Sri Sutarni Sudarmadjie, Sp.S (K)

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Pencemaran Pb merupakan masalah penting yang sering terjadi di negara berkembang. Kadar Pb yang tinggi di udara jalanan dapat menyebabkan meningkatnya kadar Pb pada orang-orang yang sering berada di jalanan secara kontinyu. Tingginya kadar Hb dalam tubuh seseorang dapat menyebabkan munculnya berbagai keluhan klinis, yang salah satunya adalah anemia. Anak jalanan merupakan salah satu subyek yang rentan terkena paparan Pb jalanan dalam aktivitasnya sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar Pb dalam darah dengan anemia. Metode dan Subyek: Subyek penelitian adalah anak jalanan di Rumah Singgah Girlan Nusantara sejumlah 55 orang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang. Hasil: Dari subyek sejumlah 55 orang, diketahui bahwa 36 orang diantaranya memiliki kadar Pb <10 μg/dl dan 14 orang memiliki kadar ≥10 μg/dl. Melalui uji statistik diketahui bahwa adanya korelasi sangat lemah dengan arah positive dan tidak bermakna secara statistik (r=0,092; p=0,503) antara kadar Pb dengan anemia. Hubungan antara anemia dengan faktor-faktor lain juga menunjukkan hasil yang tidak bermakna secara statistik (gender: rasio prevalensi= 0,171; CI 95%= 0,017-1,742; P= 0,156; lama di jalan: r= -0,093; p= 0,498; indeks masa tubuh: r= 0,118; p= 0,391; penggunaan NAPZA: r= 0,185; p= 0,175). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar Pb dalam darah dan juga faktor-faktor lainnya (lama di jalan, gender, status nutrisi, dan NAPZA) dengan anemia.

Background: Lead intoxication is a major problem that mostly happened in developing country. High lead concentration in the air can cause increasing lead concentration inside people who mostly doing their activity in the road continuously. Concentration of lead above the normal range can lead to many clinical problems, one of them is anemia. Waifs and stray is one of vulnerable subjects to be exposed by lead in their daily life. Objective: The aim of this study is to know the relationship between lead concentration in the blood and anaemia. Subject and Method: The subjects are waifs and stray in Rumah Singgah Girlan Nusantara a number of 55 people. This study used cross sectional study design. Result: From 55 subjects, known that 36 people have blood-lead concentration <10 μg/dl and 14 people have blood-lead concentration ≥10 μg/dl inside their body. Using statistical test, known there is very weak correlation with positive sign, but not significantly different in statistic review (r=0,092; p=0,503) between anemia and blood-lead concentration. The relation between anemia and the other risk factor also showing no significant different statistically (gender: prevalence ratio = 0,171; CI 95%= 0,017-1,742; P= 0,156; time spent on the road: r= -0,093; p= 0,498; body mass index: r= 0,118; p= 0,391; NAPZA consumption: r= 0,185; p= 0,175). Conclusion: There is no significant different statistically between blood-lead concentration and also the other factor (time spent on the road, gender, body mass index, NAPZA consumption) with anemia.

Kata Kunci : anemia, kadar Pb darah, anak jalanan, anemia karena Pb.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.