STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI DALAM SISTEM AGROFORESTRY HEPANGAN DI KAWASAN GUMAY ULU KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN
ALLEN ADILLA AKBAR, Dr. Erny Poedjiarahajoe, M.P.
2014 | Tesis | S2 Ilmu KehutananKawasan agroforestry hepangan di Gumay Ulu merupakan bentuk hutan yang khas karena terbentuk dari kombinasi proses alam dan interfensi manusia. Kawasan agroforestry hepangan di Gumay Ulu menghasilkan komoditi utama berupa buah-buahan tropis. Kawasan hepangan serta jenis yang ada di dalamnya berpotensi dikembangkan dalam kegiatan konservasi genetis serta bagi keperluan rehabilitasi hutan dan lahan melalui menggunakan jenis-jenis lokal. Untuk mengetahu sejauh mana potensi tersebut diperlukan informasi mengenai struktur dan komposisi. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis vegetasi yaitu struktur dan komposisi terhadap 46 lokasi agroforestry hepangan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara metode garis berpetak dengan metode jalur berukuran 20 x 60 meter. Intensitas sampling yang digunakan sebesar 12 %. Data yang dikumpulkan berupa data jenis tumbuhan, diameter, tinggi, jumlah individu, lebar tajuk, serta koordinat individu. Hasil pengamatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan analisis indeks keanekaragaman jenis, indeks nilai penting, serta analisis struktur dan komposisi dengan menggunakan perangkat luak SEXI-FS versi 2.1.0. Intervensi manusia dan proses alam pada sistem hepangan memunculkan sebuah bentuk hutan yang dicirikan dengan jenis tumbuhan yang sangat beragam. Tumbuhan pada tingkat pohon hingga semai terdiri dari 49 jenis tumbuhan dari 22 famili. Tumbuhan bawah terdiri dari 47 jenis tumbuhan dari 23 famili. Jumlah jenis tersebut merupakan 50% dari jumlah jenis di hutan hujan dataran rendah Sumatera Selatan. Tingkat pohon hingga tiang didominasi oleh jenis durian (Durio zibethinus) dan merupakan jenis yang dapat digunakan sebagai tanaman rehabilitasi pada berbagai kondisi lingkungan. Model Simpson memperlihatkan bahwa hepangan memiliki indeks diversitas tinggi pada tingkat tiang, sapihan, dan tumbuhan bawah serta indeks diversitas sedang pada tingkat pohon dan semai. Hal ini menunjukkan keunggulan hepangan dan sekaligus menjadi landasan berpikir bahwa hepangan harus dilestarikan dan dikembangkan. Analisis struktur vegetasi memperlihatkan bahwa kawasan agroforestry hepangan didominasi oleh stratum B, C, D, dan E sehingga perbedaan dengan struktur hutan alam hanya pada keberadaan stratum A. Kawasan agroforestry hepangan kawasan dengan potensi kegiatan konservasi di dalamnya dan sebagai kawasan yang jenis penyusunnya dapat digunakan sebagai tanaman rehabilitasi.
The area of hepangan agroforestry in Gumay Ulu is a forest that specifically formed from natural process and human intervention combination. The area of hepangan agroforestry in Gumay Ulu produce main commodity for tropical fruits. hepangan area with the species are potentially developed for genetic conservation and for forest and land rehabilitation with using local species. To understand to which extend the poetential, information of structure and composition is necessary. The study was conducted with vegetation analysis which were structure and composition in 46 location of hepangan agroforestry. Data collected with combination of a checkered line method measuring 20 x 60 meters. The sampling intensity was 12 %. Data taken were plant species, diameter, height, individual number, crown wide, and individual coordinate. The data was analyzed with species diversity index, important value index, and structure and analysis using software of SExI-FS version 2.1.0. Human intervention and natural process in hepangan system create a forest with very diverse plants. Plant with tree level to seedling consists of 49 species and 22 family. Undergrowth consists of 47 species and 23 family. The number of species is 50 % of the number of species in lowland rain forests of South Sumatra. The level of the tree until the pole is dominated by durian (Durio zibethinus) and can be used as a plant rehabilitation in a variety of environmental conditions. The Simpson Model showed that hepangan has a high diversity index on pole, sapling, and undergrowth; mediate on the level of tree and seedling. It is showed the strength of hepangan as well as become a base of thinking that hepangan should be preserved and developed. The vegetation structure analysis showed that the area of hepangan agroforestry dominated by stratum B, C, D, and E so that the difference is the existence of stratum A. The area of hepangan agroforestry is potential for conservation activity inside as the area with species that can be used for rehabilitation plants.
Kata Kunci : Agroforestry, hepangan, struktur, komposisi