PERAN UNIFEM DALAM UPAYA MENGHENTIKAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN PADA KONFLIK DI DARFUR 2004-2010
susilawaty, Prof. Dr. Budi Winarno, MA.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalTujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas dan mengetahui peran organisasi internasional yaitu UNIFEM dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan pada konflik Darfur. Pelanggaran terhadap hak asasi manusia dalam wilayah konflik merupakan fenomena yang terus melebarluas. Penduduk sipil sering digunakan sebagai strategi perang oleh kelompok bersenjata dalam konflik. Hal inilah yang terjadi di Darfur, Kekerasan terhadap perempuan secara besar-besaran dalam konflik Darfur dimulai sejak tahun 2003. Perempuan digunakan sebagai strategi perang oleh tentara bayaran pemerintah untuk memerangi kelompok pemberontak. Mereka mengalami penyiksaan, perkosaan, perbudakan seksual dan kekerasan seksual lainnya selama konflik berlangsung. UNIFEM menjalankan kegiatannya dalam upaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan di Darfur serta memperjuangkan hak-hak mereka dalam situasi konflik tersebut. Peran UNIFEM di Darfur dijalankan dalam beberapa program, yaitu: (1) “Protecting and Promoting Women’s rights and Leadership in Sudan†(2005 - 2006) & “Gender Justice in Sudan†(2005-2008). (2) “Defending and Securing the Human Rights of Women and Girls in the Humanitarian Crisis in Darfur (2008-2010)â€. Secara umum, Program-program ini bertujuan untuk mengurangi kerentanan perempuan dari kekerasan dan memaksimalkan penegakkan hak asasi manusia di Darfur, meningkatkan partisipasi perempuan dalam pemerintahan dan dalam proses pengambilan keputusan, serta mempromosikan pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi. Melalui kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga internasional, institusi lokal maupun perempuan Darfur, pelaksanaan program ini membawa hasil yang positif bagi kondisi perempuan di Darfur. Adanya pencapaian penting dalam upaya dan strateginya di Darfur menunjukan bahwa UNIFEM memiliki peran maksimal dalam membantu menghentikan kekerasan terhadap perempuan serta mengupayakan kesetaraan gender di wilayah konflik tersebut.
The main purpose of this study is to discuss the role of UNIFEM as an International Organization in addressing violence against women in Darfur conflict during 2004-2010. Human rights violation in conflict areas has become a continually rampant phenomenon. Civilians are often used as a war strategy by armed groups in the conflict. This is what happened in Darfur, Violence against women occurs on a large scale in the Darfur conflict since 2003. Women are used as war strategy by government mercenaries to combating the rebel groups. They had been subjected to torture, rape, sexual slavery and other sexual violence during the conflict. UNIFEM carried out their activities to end violence against women and to fight for woman rights in the conflict situation in Darfur. UNIFEM's work in Darfur is executed in several programs, namely: (1) “Protecting and Promoting Women’s rights and Leadership in Sudan†(2005 - 2006) & “Gender Justice in Sudan†(2005-2008). (2) “Defending and Securing the Human Rights of Women and Girls in the Humanitarian Crisis in Darfur†(2008-2010). Generally, the purposes of these programs are to reduce the rate of violence against women and to maximize the enforcement of human rights in Darfur, and to promote the empowerment of women in the economic field. Through cooperation with various parties, including governments, international institutions, local institutions and Darfur women, the implementation of these programs carries positive outcomes for the condition of women in Darfur conflict. The existence of significant achievement on the effort and strategy in Darfur shows that UNIFEM has a maximum role in helping to stop violence against women and supporting gender equality in that area.
Kata Kunci : UNIFEM, Darfur Conflict, Violence, Women's Rights