Laporkan Masalah

PRAKTIK KONSUMSI KAUM MUDA PADA DISTRO DI YOGYAKARTA (Studi tentang habitus, arena dan modal yang berpengaruh terhadap praktik konsumsi pelanggan distro cottoncrew Yogyakarta)

ERIK MOUBARAK, Derajad S. Widhyarto, S.Sos, Msi

2014 | Skripsi | Sosiologi

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan timbul gaya hidup baru di dunia kaum muda. Salah satu tempat yang berkaitan dengan dunia sosial kaum muda adalah distro. Keberadaan distro terkait dengan kedekatan kaum muda dengan musik, kultur independen (indie) dan olahraga ekstrem. Dari pergaulan kaum muda, muncul kebiasaan bawah sadar (habitus) yang menuntun kaum muda ke arah praktik konsumsi. Praktik konsumsi pada kaum muda ini dipengaruhi oleh habitus, modal dan arena. Perkembangan distro dimulai sejak akhir 1990. Sejak masa itu, distro mengalami perkembangan. Salah satu distro pelopor adalah distro cosmic. Seiring berlalunya waktu, distro cosmic mulai membuka cabang di berbagai kota di Indonesia, salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Cottoncrew adalah cabang ketiga dari cosmic. Keberadaan distro cottoncrew kemudian menjadi sarana kaum muda Yogyakarta untuk berkumpul, nongkrong dan melakukan praktik konsumsi. Praktik konsumsi berkaitan dengan aspek habitus, modal dan arena. Pada kaum muda pelanggan distro cottoncrew, terdapat empat habitus yaitu: habitus ruang, habitus mengunjungi distro (nongkrong), habitus eksklusif, dan habitus imitasi. Habitus ini yang kemudian menjadi basis bagi praktik konsumsi. Habitus berfungsi di dalam sebuah arena (relasi social). Arena yang menjadi wadah kaum muda pelanggan cottoncrew untuk bersosialisasi dan berinteraksi adalah pada keluarga cottoncrew. Kaum muda pelanggan bersama pegawai cottoncrew membentuk arisan, nongkrong malam minggu dan rekreasi. Disamping habitus dan arena, aspek pembentuk praktik adalah modal. Terdapat empat modal, yaitu: modal ekonomi (uang), modal social yaitu relasi dengan sesama pelanggan dan pegawai, modal budaya, serta modal simbolik yaitu pakaian yang dikenakan. Kombinasi antara keempat habitus, kepemilikan modal dan ketersediaan arena ini kemudian menimbulkan praktik konsumsi pada kaum muda. Disini terjadi praktik konsumsi baru, dimana kaum muda mencari produk yang memiliki kelangkaan (scarcity mean) dan eksklusif. Dengan memiliki produk yang memiliki kelangkaan dan eksklusif, kaum muda merasa lebih percaya diri dan lebih diterima oleh teman dalam pergaulan.

-

Kata Kunci : habitus,arena,modal,praktik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.