Laporkan Masalah

MODAL DAN MAKNA KERJA DALANG WAYANG POTEHI DI SEMARANG Kisah Hidup Thio Tiong Gie

Hezti Insriani, Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, MA.

2014 | Tesis | S2 Antropologi

Studi ini adalah mengenai kerja dalang wayang potehi di Semarang. Beberapa rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini antara lain: 1) bagaimana kehidupan dalang wayang potehi di Semarang dan modal apa saja yang dimiliki untuk melakukan pekerjaannya; 2) bagaimana modal-modal tersebut dipergunakan dalam ranah praktik kerja dalang wayang potehi di Semarang; dan 3) apa makna kerja bagi dalang wayang potehi di Semarang. Dari penelitian yang dilakukan didapati bahwa kerja dalang wayang potehi di Semarang (Thio Tiong Gie) merupakan sesuatu yang dinamis, bukan sesuatu yang ditetapkan sejak awal, namun memiliki perjalanannya sendiri. Modal yang digunakan untuk bekerja juga sesuatu yang dinamis sesuai dengan dinamika kerja itu sendiri. Beberapa modal yang ia pakai dalam bekerja antara lain adalah modal sosial dan ekonomi, serta modal kultural dan simbolis. Kasus Thio Tiong Gie memberi contoh bagaimana dalam dunia kesenian modal kultural, sosial dan simbolis menjadi hal yang penting untuk digunakan dalam melakukan praktik kerja. Modal-modal tersebut memiliki arti yang lebih penting daripada modal ekonomi. Terdapat suatu pertukaran modal dalam praktik kerja pekerja seni. Berbekal modal kultural, sosial dan simbolis pekerja seni melakukan kerja untuk mendapatkan suatu pertukaran dengan modal ekonomi, selain akumulasi modal-modal lainnya. Makna kerja Thio Tiong Gie adalah makna ekonomis, psikologis, dan religius. Kerja sebagai bentuk penghayatan atas nilai-nilai Kong Hu Cu telah membawa dia pada penghayatan yang mendalam atas perannya sebagai pemimpin upacara keagamaan dan membawakan nilai-nilai tersebut melalui pementasan wayang potehi. Penelitian tentang kerja dalang wayang potehi di Semarang telah memberi ruang untuk melihat bagaimana aktivitas kerja Sang Dalang dan bukan hanya menyoroti pada produk kerjanya.

This study is about the work of Chinese glove puppet puppeteer (dalang wayang potehi) in Semarang. This study observes: 1) how is Chinese glove puppet puppeteer’s life in Semarang and what is his capital to do his work; 2) how is the capital used; and 3) what is the meaning of work for Chinese glove puppet puppeteer in Semarang (Thio Tiong Gie). This study showed that the work of Thio Tiong Gie was dynamic and not static. It was not already set from the start, but developed through the process. The capital that had been used by him was dynamic as well. Several capitals that he had been using were social and economic, and also cultural and symbolic capital. From Thio Tiong Gie’s case, we can see that cultural, social, and symbolic capital are the important things for art worker practice. There are many exchange between the capitals. For Thio Tiong Gie, the meanings of work are about economic, phsycologic, and religious meanings. Work as a reflection of Confusianism values had brought him to deep embrace to his role as a spiritual leader. He also brought these values in his Chinese glove puppet performances. This study has given perspective to see how the work activity of Chinese glove puppet puppeteer is, not only concerning with the product of the work.

Kata Kunci : kerja, dalang wayang potehi, modal, work, Chinese glove puppet puppeteer, capital


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.