Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH VARIASI FAKTOR PRIORITAS PENGGUNAAN PRASARANA PERKERETAAPIAN TERHADAP TRACK ACCESS CHARGES (TAC)

Sekar Mayang, Dr. Eng. Imam Muthohar, S.T., M.T

2014 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang tersedia di Indonesia yaitu di Pulau Jawa dan Sumatera yang digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang. Masyarakat memilih menggunakan kereta api karena kereta api merupakan alat transportasi yang cepat, memiliki jalur tersendiri yang terbebas dari kemacetan jalan raya. Dalam Peraturan Presiden RI No. 53 Tahun 2012 dijelaskan bahwa setiap penyelenggara sarana perkeretaapian yang menggunakan prasarana perkeretaapian wajib membayar biaya penggunaan prasarana perkeretaapian kepada Badan Usaha Penyelenggara prasarana perkeretaapian, biaya yang dimaksud dalam hal ini adalah Track Access Charges (TAC). Cara perhitungan besaran TAC yang harus dibayarkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) dijelaskan dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 62 Tahun 2013 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Penggunaan Prasarana Perkeretaapian Milik Negara. Dalam perhitungan TAC sesuai PM No 62 Tahun 2013, terdapat faktor prioritas penggunaan prasarana dimana nilainya disamakan untuk seluruh jenis pelayanan kereta api (Fp=1). Kenyataannya setiap jenis pelayanan KA memiliki prioritas berbeda dan akan menghasilkan kerusakan yang berbeda pada prasarana berdasarkan kecepatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi faktor prioritas penggunaan prasarana kereta api terhadap TAC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, dimana objek penelitian adalah Kereta Api Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi yang beroperasi di Pulau Jawa. Perhitungan TAC dilakukan sesuai dengan formula yang ada pada PM No. 62 Tahun 2013 dengan variasi pada faktor prioritas penggunaan prasarana perkeretaapian (Fp). Diusulkan dua alternatif perhitungan yang berorientasi pada waktu perjalanan kereta api. Selanjutnya dipilih Fp yang paling sesuai dengan kondisi nyata di lapangan di mana KA dengan prioritas lebih tinggi harus membayar TAC lebih besar. Dari hasil perhitungan dengan Fp=1 didapatkan rata-rata TAC per GT/km tertinggi pada KA Ekonomi sebesar Rp 68,00 sedangkan untuk KA Eksekutif sebesar Rp 30,00 per GT/km, KA Bisnis sebesar Rp 28,00 per GT/km. Terdapat dua alternatif perhitungan Fp. Dengan alternatif 1 didapatkan Fp untuk KA Eksekutif sebesar 1,39 yang menghasilkan rata-rata TAC sebesar Rp 42,00 per GT/km, sedangkan Fp untuk KA Bisnis sebesar 1,21 dan rata-rata TAC KA Bisnis sebesar Rp 34,00 per GT/km. Dengan alternatif 2 didapatkan nilai Fp 3,00 untuk KA Eksekutif dan menghasilkan rata-rata TAC per GT/km sebesar Rp 91,00 sedangkan untuk KA Bisnis sebesar Rp 56,00. Perhitungan TAC dengan menggunakan Fp alternatif 2 lebih dapat merepresentasikan kondisi nyata di lapangan, dimana KA Eksekutif memiliki prioritas dan kecepatan lebih tinggi dari KA lainnya sehingga memang seharusnya membayar TAC yang lebih tinggi pula.

Railway is one of the available transportation modes in Indonesia, in Java and Sumatera which is used for carrying the passengers and freights. People choose to use railway because it is a fast transportation mode and has its own track which aside from traffic jam. In Precidential Regulation Republic of Indonesia Numb. 53 in 2012, it is explained that every railways operator which use railways infrastructure have to pay Track Access Charges (TAC) to Government. The rules of the calculation of TAC which have to be paid by PT.KAI are explained in Regulation of Transport Minister Numb. 62 in 2013 about The Rule of Calculation Rail Infrastructure Charges State Owned. In Regulation of Transport Minister Numb. 62 in 2013, there is priority factor which has same value for every service type of the train (Fp=1). Actually, every service type of railway has different priority and give different damages for infrastructure based on the speed. This research intended for analyzing the influence of priority factor to TAC. Quantitative description method is a method which is used in this research. The objects of the research are Executive, Bussines, and Economic class of passenger train in Java. The calculation of TAC based on Regulation of Transport Minister Numb. 62 in 2013 with the variations in priority factor (Fp). It suggested with two ways calculation which oriented on railway travel time. Then, the best Fp is chosen which represented the real condition where the train with higher priority has to paid TAC more expensive the the others. The result of this research, with Fp=1 average TAC for Economic class is 68.00 Rp/GT/km, for Executive class is 30.00 Rp/GT/km, while for Bussines class is 28.00 Rp/GT/km. There are two ways to calculate Fp. The first way generates Fp= 1.39 for Executive class and gives 42.00 Rp/GT/km for the average TAC, while Fp=1.21 for Bussines class and generates 34.00 Rp/GT/km for average TAC. The second way generates Fp=3.00 for Executive class and it gives 91.00 Rp/GT/km while for Bussines class it generates Fp=2.00 and it gives 56.00 Rp/GT/km. the calculation of TAC with second way is more represents the real condition, where Executive class has higher priority and speed then the other classes, so it has to pay higher TAC too.

Kata Kunci : Kereta Api, TAC, Faktor Prioritas Penggunaan Prasarana


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.