Laporkan Masalah

SEMIOTIKA RUANG SEBAGAI UNSUR PEMBENTUK STRUKTUR PERMUKIMAN TRADISIONAL BALUWARTI DI KERATON SURAKARTA

RR. SOPHIA RATNA HARYATI, Dr. Ir. Laretna Trisnantari Adhisakti, M.Arch

2014 | Tesis | S2 Desain Kawasan Binaan

Permukiman Baluwarti sebagai warisan kampung tradisional kerajaan yang bersejarah (historical urban center), terdapat di dalam lingkungan tembok benteng Keraton Surakarta ini merupakan bentuk permukiman tradisional yang hingga saat ini masih aktif dihuni serta memliki latar belakang sejarah, wujud fisik (artefak), maupun aktifitas yang khas. Seiring dengan berjalannya waktu serta tuntutan dan sistem kehidupan, Baluwarti telah mengalami tahap perubahan dari masa ke masa, yang nampak pada hunian, sarana dan prasarana, serta berbagai elemen-elemen atau unsur-unsur pembentuk struktur lingkungan Baluwarti di masa lampau dan di masa sekarang. Melihat gejala-gejala perubahan kawasan tersebut, maka menjadi suatu hal yang penting untuk ditemukan adalah berkaitan dengan struktur permukiman tersebut dilihat dari kajian semiotika ruang kawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan elemen-elemen urban desain dan perubahannya yang memiliki nilai semiotika tanda makna yang bernilai historis namun mengalami perubahan sebagai pembentuk struktur permukiman di Baluwarti yang bermanfaat untuk penyusunan arahan atau guideline dalam penanganan perkembangan kawasan Baluwarti. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksplorasi kawasan, karena diharapkan mampu melihat perubahan atau degradasi kawasan dari sudut pandang tanda makna (semiotika) yang membentuk façade dan jati diri kawasan Baluwarti. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif rasionalis, dengan pendekatan yang berangkat dari konstruksi teori, kemudian disusun landasan teorinya dari substansi kajian pustaka, yang kemudian digunakan untuk menuntun langkah penelitian. Hasil dari penelitian semiotika pembentuk ruang kawasan Baluwarti ini nantinya akan menjadi dasar untuk melakukan pengelolaan dan penataan kawasan Baluwarti sebagai bentuk permukiman tradisioanal yang memiliki susunan spesifik dan memerlukan penanganan mendetail dalam penataan bangunan dan lingkungannya, guna menunjang potensi-potensi sejarah dan melestarikan artefak-artefak pusaka budaya yang dimiliki, agar tetap lestari (tidak luntur) menghadapi perkembangan jaman yang ada.

Settlement Baluwarti as traditional royal heritage historic village (historical urban centers), contained within the walls of the fortress palace of Surakarta is a traditional form of settlement is still actively populated and possess historical background, physical form (artifacts), and activities typical. As time goes by and the demands and system life, Baluwarti has undergone phase change from time to time, which appears on occupancy, facilities and infrastructure, as well as the various elements or elements forming the structure Baluwarti environment in the past and in the present. Notice any symptoms of the area changes, it becomes an important thing to be found is related to the settlement structure seen from the study of spatial semiotics. The purpose of this study is to find the elements of urban design and the changes that have semiotic value of valuable historical meaning signs yet of change as a structure - forming settlements in Baluwarti useful for the preparation of directives or guidelines in handling regional development Baluwarti. This study included exploratory research into the area, as is expected to see a change or degradation of the region from the perspective of the meaning of signs (semiotics) that make up the façade and identity Baluwarti region. This study uses qualitative research rationalist models, with an approach that departs from the theoretical construct, then compiled the foundation of his theory of substance literature review, which is then used to guide the research step. The results of the study semiotics Baluwarti forming region of space this will be the basis for the management and structuring of the area as a form of settlement tradisioanal Baluwarti which have a specific arrangement and requires the handling of detail in the arrangement of the building and its environment, to support the potential of preserving the history and heritage artifacts the culture, in order to remain sustainable (non-bleeding) facing the changing times there.

Kata Kunci : semiotika ruang, permukiman tradisional Baluwarti, kawasan pusaka


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.