Laporkan Masalah

PENGARUH PEMBERIAN ANTIRETROVIRAL TERHADAP PERUBAHAN NILAI ANTROPOMETRI PENDERITA Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome.

Adi Iryawan, dr. Doni Priambodo Wijisaksono, SpPD-KPTI

2014 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit Dalam

Pada tahun 2005 diperkirakan hampir 38,6 juta orang terinfeksi HIV dan 2,8 juta meninggal. Bukti-bukti menunjukkan adanya hubungan yang sangat penting antara nutrisi dan perbaikan keluaran HIV/AIDS. Status nutrisi yang jelek pada HIV/AIDS dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu asupan dan absorbsi nutrisi yang tidak adekuat, perubahan metabolik, hipermetabolisme atau gabungan dari semuanya, perubahan di saluran cerna serta interaksi antara obat dan nutrisi. Walaupun kehilangan berat badan tetap muncul pada era HAART, tetapi efek samping HAART dan lipodistrofi menjadi masalah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pemberian anti retroviral berpengaruh terhadap perubahan nilai antropometri penderita HIV/AIDS. Penelitian menggunakan metode one group pre-post test design (quasi experimental), dengan menilai perubahan nilai antropometri pada subyek penderita HIV sebelum dan sesudah pemberian ARV. Analisis data dilakukan secara komputerisasi. Didapatkan 30 sampel penelitian dengan perubahan antropometri pre dan post ARV 6 bulan. Berat badan 51,4±9,12 menjadi 53,6±8,68 dengan nilai p 0,001, IMT 19,98±3,47 menjadi 20,84±3,35 dengan nilai p 0,001 dan lingkar lengan atas 24,13±3,62 menjadi 24,95±3,48 dengan nilai p 0,003. Pemberian obat ARV selama 6 bulan berpengaruh terhadap perubahan status gizi penderita HIV yang dinilai dengan ukuran antropometri. Perubahan yang bermakna di dapatkan pada perubahan berat badan, IMT dan lingkar lengan atas. Perubahan nilai antropometri kelompok ARV efavirenz dan non efavirenz yang bermakna didapatkan pada perubahan Skinfold thickness dengan nilai p 0,010. Tidak didapatkan perubahan bermakna nilai antropometri penderita HIV stadium awal dibandingkan stadium lanjut setelah pemberian terapi ARV 6 bulan.

In 2005 an estimated nearly 38,6 million people infected with HIV and 2,8 million died. Evidence suggests the existence of a very important relationship between the output and repair nutrients HIV/AIDS. Poor nutritional status in HIV/AIDS can be caused by several factors, namely the intake and absorption of inadequate nutrition, metabolic changes, hypermetabolism, or a combination of these, changes in the gastrointestinal tract as well as interactions between drugs and nutrients. Although losing weight remains on the HAART era, but the side effects of HAART and lipodystrophy to be a problem . The purpose of this study to determine whether the provision of antiretroviral effect on changes in anthropometric values people with HIV/AIDS. Research using the one group pre - post test design ( quasi- experimental ), by assessing changes in anthropometric values in subjects with HIV before and after the administration of ARV. Analysis of the data is computerized . Obtained 30 samples of the study with anthropometric changes pre and post ARVs 6 months. Weight 51,4 ± 9,12 to 53,6 ± 8,68 with a p-value 0,001, BMI 19,98 ± 3,47 into 20.84 ± 3,35 with p value 0,001 and upper arm circumference 24,13±3,62 become 24,95±3,48 with a p-value 0,003. The provision of antiretroviral drugs for 6 months influence the change in nutritional status of HIV patients are assessed by anthropometric measure. Significant changes in the changes body weight, BMI and upper arm circumference. Changes in anthropometric values ARV efavirenz group and non-efavirenz meaningful change significant in skinfold thickness obtained at the value of p 0,010. There were no significant changes in anthropometric values compared to patients with early stage HIV and advanced stage after 6 months of antiretroviral therapy.

Kata Kunci : HIV, ARV, antropometri, status nutrisi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.