Laporkan Masalah

EFEK NEGATIF TERAPI REHABILITASI PADA MANTAN PENYALAH GUNA NAPZA DI PUSAT REHABILITASI YAYASAN AL-ISLAMI, PONDOK PESANTREN NURUL HAROMAEN, PONDOK REHABILITASI TETIRAH DZIKIR DAN RUMAH SAKIT JIWA GHRASIA

DECKY ABRAHAM TANDIONO, Dra. Suhartini, Apt., SU.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Adanya peningkatan dalam jumlah penyalahguna NAPZA di Indonesia, termasuk Yogyakarta telah mencapai pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Implikasinya, berbagai macam cara untuk mengobati kondisi adiksi NAPZA bermunculan di Indonesia. Cara ini ada yang berdasar pada pendekatan medis maupun non medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara metode medika mentosa dengan nonmedika mentosa untuk terapi pada mantan penyalahguna NAPZA di beberapa pusat rehabilitasi adiksi NAPZA di lingkup propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Studi ini menggunakan metode cross-sectional dengan sampel diambil dari mantan penyalahguna NAPZA yang menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Yayasan Al-Islami, Pondok Pesantren Nurul Haromaen, Pondok Rehabilitasi Tetirah Dzikir dan Rumah Sakit Jiwa Ghrasia. Kemudian sampel dikirim untuk diperiksa angka BUN, kreatinin, SGPT dan SGOT di laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hasil: Perbandingan antara lama penggunaan NAPZA dan lama terapi rehabilitasi yang telah menggunakan NAPZA dan menjalani rehabilitasi kurang dari dengan lebih dari satu tahun tidak menunjukkan adanya signifikansi secara statistik. Begitu pula dengan terapi rehabilitasi yang dilakukan dengan pendekatan medika mentosa dan non-medika mentosa, tidak menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik untuk adanya perbedaan nilai fungsi ginjal dan hati. Kesimpulan: Terapi rehabilitasi dengan pendekatan metode medika mentosa dan non-medika mentosa tidak menunjukkan adanya hasil yang berbeda secara statistik. Kata Kunci: efek terapi rehabilitasi, penyalahguna NAPZA, rehabilitasi medis, rehabilitasi non-medis

Background: The increase of drug abusers in Indonesia, including Yogyakarta, has reached an alarming rate. The implication, means of rehabilitation methods to treat drug addiction emerge in Indonesia, and backed up by medical or non-medical basis. Aims: This study aims to determine the differences between medical to non-medical approach for drug abusers therapy in several drug addiction centers in Special Province of Yogyakarta area. Methods: This study uses cross-sectional method, with samples taken from drug abusers whom currently undergo rehabilitation therapy in Al-Islami Foundation Rehabilitation Center, Nurul Haromaen Boarding House, Tetirah Dzikir Rehabilitation Center and Ghrasia Mental Hospital. Results: The comparison between drug usage duration and rehabilitation therapy duration (less than and more than one year) does not show any statistical significance. The same result found in the comparison between the rehabilitation therapy using medical and non-medical approach. It does not show any significant difference statistically for kidney and liver value of function. Conclusion: Rehabilitation therapy using medical and non-medical approach does not show any statistical significance. Keywords: rehabilitation therapy effect, drug abuser, medical rehabilitation, non-medical rehabilitation

Kata Kunci : efek terapi rehabilitasi, penyalahguna NAPZA, rehabilitasi medis, rehabilitasi non-medis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.